Produk lokal tas kulit dengan desain unik. (Foto: Gammara)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Yuk, berburu tas kulit yang merupakan produk lokal dengan desain unik di Mall Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan. Produk lokal buah karya Aditya Lugina (28) sudah akrab dengan koleksi tas kulit tersebut juga banyak diburu para pelanggan yang mayoritas sebagai pencinta tas kulit.

“Saya ‘ketularan’ menyukai tas kulit dari Ayah yang memang punya ‘sense’ pada desain unik. Pada tahun 2010, saat masih sibuk dengan kuliah saya di jurusan Farmasi Universitas Padjadjaran, Bandung, saya malah mencari informasi untuk mendapatkan bahan kulit yang bagus,” kata Aditya Lugina peserta event Majestic 2017 yang akan berlangsung mulai 9 – 14 Mei 2017 mendatang di Mall Kokas, Jakarta Selatan.

Aditya Lugina mengaku alasan memilih pabrik penyamakan kulit dengan hasil prima. Menurutnya, kulit yang prima bisa dilihat dari coraknya yang bagus dan tak ada goresan maupun lubang, sehingga mudah diaplikasikan pada pola desain. “Itulah ‘modal’ dasar saya untuk bisa menciptakan produk berkualitas baik,” tambahnya.

Ia sebelumnya, mengaku belajar tentang produksi kulit dan bisnis secara autodidak. Namun demikian, diakui Aditya Lugina sejak awal belum memiliki mesin dan workshop sendiri sehingga harus menitipkan bahan ke perajin lain. “Namun, cara itu cukup berisiko karena mereka juga mengerjakan pesanan orang lain, sehingga kami tak bisa memesan banyak dan tak bisa mengontrol kualitas produk,” jelas Aditya Lugina.

Kemudian, ditahun 2012 memberanikan diri membuka workshop, meski hanya dibantu oleh seorang perajin terbaik. “Secara rutin kami meningkatkan keterampilan perajin dengan edukasi tambahan yang kami pelajari dari berbagai sumber. Kini kami memiliki 7 perajin, seorang pengawas produksi, dan asisten. Dengan tim itu, kami bisa memproduksi 250-400 tas dalam sebulan dan rata-rata laku 70 persen,” kisahnya.

Selain itu, masih dikatakan Aditya Lugina, untuk pemasaran telah memiliki butik di Cigadung, Bandung, serta dipasarkan melalui media sosial, dan rajin ikut pameran seperti di event Majestic 2017 ini. “Gammara paling banyak terjual lewat pameran. Di event ini juga kami mendapat pembeli dari Taiwan, Dubai, dan Prancis yang sudah menjadi klien kami sejak tahun 2014,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Aditya Lugina, Taiwan merupakan negara pertama yang menjual produk kulit Gammara di luar Indonesia. “Pesanannya memang tidak banyak, hanya sekitar 2 lusin per bulan. Tapi, kami bangga karena produk kami berhasil memenuhi standar untuk ekspor,” paparnya.

 

Event Majestic 2017 diserbu pengunjung. (Foto: dok.inapex)

 

Sementara itu, event ‘Majestic 2017’ diprediksi bakal dibanjiri oleh pengunjung di Mall Kota Kasablanka (Kokas) Jakarta Selatan. Pasalnya, event fashion dan musik akan menyedot perhatian publik khususnya bagi kalangan milenial seiring berkembangnya kiprah dunia fashion di Indonesia.

“Apalagi fakta ini didukung oleh berbagai sisi, baik dari sisi designer lokal yang kini semakin potensial, tingkat perekonomian yang membaik, sampai sektor ritel ikut terlibat serta mengalami perkembangan pesat,” kata Person In Charge Pemasaran Majestic 2017 Aldy Pratama, saat ditemui INAPEX.co.id di Jakarta, Jum’at (5/5).

Begitu-pun dengan dunia musik, menurut Aldy Pratama, tidak mengenal batas wilayah, usia, ras dan sebagainya. Musik bisa dinikmati oleh siapapun. “Saat ini, musik berkembang mengikuti perkembangan pola pikir manusia. Ini yang menyebabkan jenis musik menjadi lebih beragam,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Aldi, mengenai penggunaan alat musik tambahan juga banyak sehingga musik menjadi lebih menarik. “Sangat disayangkan apabila orang tidak memahami musik dengan baik dari seninya. Maraknya pembajakan lagu juga disebabkan karena kurang memahami proses penciptaan musik yang baik. Sehingga akhirnya kurang menghargai karya musik itu sendiri,” tutur Aldy Pratama.

Kemudian, untuk mengusung sebuah event yang menggabungkan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan dikalangan remaja yaitu musik dan fashion tersebut hingga terlahirlah sebuah konsep bertajuk ‘Majestic 2017’.

“Sebuah kata yang memiliki arti fantastis ‘Majestic’ hadir dengan warna yang berbeda dari kebanyakan event pada umumnya. Event yang sudah digelar ketiga kalinya ini tetap menjaga tradisi streetwar tour yang lebih mengedepankan industri fashion tanah air,” ujar Aldi Pratama.

Selain itu, event Majestic 2017 ini hadir di Mall Kokas dengan konsep bazaar clothing yang kebanyakan terdapat pada event serupa serta identik dengan musik hingar bingar ‘ala street fashion’ Indonesia. Majestic mengusung peserta brand lokal dengan kelas premium dan konsep musik yang beragam serta berlangsung hanya sekali dalam satu tahun.

“Majestic Lively Fashion and Music 2017 membawa tema diatas, ingin menghadirkan acara fashion dan musik yang memiliki ciri kas tersendiri serta menjadikan acara music dan fashion agar lebih hidup dan menarik dimata pengunjung. Dengan letak Mall yang strategis dan mampu menyedot ribuan pengunjung, Kokas adalah tempat yang tepat untuk brand melakukan aktifitas. Kokas memiliki direktori tenant yang lengkap di keenam lantainya,” papar Aldy Pratama.

Sementara, semua kebutuhan juga tersedia di event ini, serta padatnya pengunjung dari berbagai kelas dan usia hingga membawa ‘Majestic hadir dengan tampil lebih beda. “Majestic Lively Fashion and Music akan menggandeng brand yang akan membawakan tren fashion 2017 dan band lokal, juga acara talk show yang akan ditampilkan nanti,” pungkas Aldy Pratama.