Yang Beli Rusun Sebelah Pondok Cina Orang Kaya Atau MBR?
Stasiun Pondok Cina (Foto: infonawacita)

 

DEPOK, INAPEX.co.id – Yang beli rusun sebelah Pondok Cina orang kaya atau MBR? Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono adalah orang kaya. Begitulah yang disampaikan saat menjelaskan keuntungan tinggal di proyek perumahan rakyat terbaru ini.

Proyek Rumah Susun Hak Milik (Rusunami) ini akan dilakukan di dekat stasiun commuter line area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Perum Perumnas bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), tengah membangun proyek hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina (Pocin), Depok. Pembangunan tersebut dilakukan untuk menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pembangunan berbasis TOD ini adalah salah satu solusi untuk memberikan hunian layak dan terjangkau. Bahkan, masyarakat dapat memperoleh manfaat lebih bila tinggal di TOD sebab dapat menggunakan transportasi publik berupa kereta komuter.

Menurutnya, penghuni TOD diibaratkan seperti konglomerat. Pasalnya pulang dan pergi kerja selalu dijemput oleh kereta. “Kalau tinggal di TOD-TOD ini jadi orang kaya, mau pergi atau pulang dijemput kereta. Konglomerat mana yang punya kereta api, turun (dari unit apartemen) langsung naik kereta?” imbuhnya.

Terlebih, lanjut Basuki, kini transportasi kereta begitu digemari oleh masyarakat. Hal tersebut tak terlepas dari pelayanan kereta yang setiap harinya semakin membaik.

“Ini bentuk pelayanan masyarakat dari pemerintah untuk bisa beralih transportasi publik dengan menyediakan hunian TOD,” ucapnya.

Proyek TOD Depok tersebut mempunyai komposisi hunian rusunami dan anami dengan tipe hunian studio sampai tipe hunian dengan 3 kamar tidur. Terutama untuk rusunami, tipe hunian paling minimal dengan luas tipe 32 m2 (1 kamar tidur).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menuturkan bahwa harga apartemen berkonsep TOD di Stasiun Pondok Cina dibanderol Rp.7 juta per meter perseginya. Artinya untuk tipe 32 dengan satu kamar tidur, masyarakat hanya Rp.224 juta.

“Dengan fasilitas yang sama, kita menekankan harga harus Rp.7 juta. Luasnya harus 30-32 meter persegi,” katanya.

Sementara itu, ditempat berbeda Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo menjelaskan bahwa pihaknya siap mengikuti instruksi dari Menteri Rini Soemarno. Dimana pihaknya akan menjual apartemen berkonsep TOD dengan harga Rp.7 juta per meter perseginya.

“Kemudian juga atas petunjuk ibu Menteri, harga harus diturunkan 1 meter persegi harus Rp.7 juta. Kami siap untuk melaksanakan dan kami terimakasih sekali atas kedatangan ibu,” tuntasnya.