Foto bersama Menteri Kelautan Puji Astuti (Foto: CTI-CFF)
Foto bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Foto bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti. (Foto: CTI-CFF).

BOGOR, INAPEX.co.id, –  Untuk mewujudkan kelestarian laut, perikanan serta ketahanan pangan,  Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) menggandeng 4 perguruan tinggi negeri Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan (FKIP) di Indonesia.

Keempat perguruan tersebut diataranya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, dan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Manado.

Kerjasama melalui pengembangan kapasitas pendidikan dan profesionalitas, riset, serta kegiatan-kegiatan outreach di negara-negara anggota CTI, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memoramdum of Understanding/MoU) masing-masing antara Sekretariat Regional CTI-CFF dengan keempat PTN.

Dalam pespektif kawasan Segitiga Karang, MoU ini memiliki nilai strategis untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang kelautan dan perikanan di Indonesia serta 5 negara lainnya.

Oleh sebab itu, Sekretariat Regional CTI-CFF memiliki fungsi koordinasi strategis dalam penyebaran informasi dan pertukaran praktik-praktik terbaik (best practices).

“Beberapa MoU yang terjalin antara Sekretariat Regional CTI-CFF dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri di bidang kelautan dan perikanan diharapkan menjadi solusi terbaik menanggulangi percepatan penurunan kualitas lingkungan laut, masalah-masalah yang timbul di dunia perikanan, serta isu-isu ketahanan pangan,” kata Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Widi A. Pratikto, melalui siaran pers yang dikirim ke redaksi INAPEX.co.id, Kamis (13/10).

Menurutnya, untuk pelaksanaan di lapangan, kegiatan-kegiatan yang termaktub dalam MoU termasuk sharing Sumber Daya Manusia (SDM) berupa pertukaran tenaga ahli; Pengembangan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan; Konsultansi; Riset & Pengembangan serta outreach; Program pendidikan internasional di bidang perikanan dan ilmu-ilmu kelautan; Pengembangan ilmu pengetahuan di bidang terumbu karang, perikanan, dan ketahanan pangan; Program pertukaran antar fakultas diantara 6 negara; serta Proyek-proyek riset kerjasama diantara 6 negara CTI – kesemuanya di bawah koordinasi Sekretariat Regional CTI-CFF.

Program kerjasama yang dituangkan dalam MoU serta berpedoman pada Regional Plan of Action/RPOA (Rencana Aksi Regional) CTI-CFF ini akan berlangsung hingga 4 (empat) tahun ke depan.  Selama waktu perjanjian dimaksud diharapkan CTI-CFF dapat menyelaraskan program-program yang diusulkan untuk diimplementasikan dengan Rencana Aksi Regional.

Dipilihnya 4 (empat) PT ternama di bidang perikanan dan kelautan ini didasari kesiapan dan karakter keunggulan masing-masing PT dimaksud.

Diantaranya IPB yang memiliki kepakaran di bidang EAFM (Ecosystem Based Fisheries Management) atau Manajemen Perikanan Berbasis Ekosistem; ITS di bidang surveillance atau penginderaan jarak jauh atas hasil tangkapan ikan atau pergerakan kapal yang dapat diintegrasikan dengan VIPS (Vessel Identification and Monitoring System); UNHAS dengan kepakaran di bidang LRFFT (Live Reef Food Fish Trade) atau Perdagangan Ikan Karang Hidup; dan UNSRAT dengan kepakaran di bidang CCA (Climate Change Adaptation) atau Adaptasi Perubahan Iklim.

“Dengan karakter kepakaran yang dimiliki oleh masing-masing Perguruan Tinggi diharapkan dapat melengkapi dan memperkuat kepakaran kolektif yang dibutuhkan oleh CTI-CFF dalam mempercepat implementasi program-program yang sesuai dengan Rencana Aksi Regional (RPOA) CTI-CFF di tingkat nasional dan daerah (subnasional) negara-negara anggota CTI-CFF,” tambah Widi.

Kerjasama ini juga akan mengembangkan kerjasama riset untuk mendukung manajemen berbasis sains serta menfasilitasi transfer ilmu pengetahuan, pertukaran informasi tentang sains yang dihasilkan dari riset Universitas melalui pengembangan Center of Excellence, seminar, konferensi serta kegiatan-kegiatan terkait.  Program lainnya yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh pemangku kepentingan  adalah pengembangan modul dan kurikulum pelatihan berkualitas dan tersertifikasi seperti pelatihan keterampilan, pendidikan berjenjang atau tidak berjenjang, pertukaran akademis.

Terakhir, kerjasama ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi saintifik dan solusi kepada CTI-CFF dalam menghadapi tantangan dalam mencapai tujuan-tujuan RPOA yang sudah ditetapkan.