Direktur Utama PT.Adhouse Indonesia Cipta, Soedirman Zakaria. (Foto: dok.inapex)
Direktur Utama PT.Adhouse Indonesia Cipta, Soedirman Zakaria. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Sejumlah aksi konsumen stop beli properti menjadi perhatian khusus disektor pasar ini.

Pasalnya, aksi stop membeli rumah hunian maupun apartemen tersebut tidak lain hanya untuk menunggu penawaran khusus serta suku bunga ringan.

“Prediksi saya aksi stop beli properti ini sampai akhir Desember 2016, karena transaksi akan kembali ramai diawal tahun 2017 mendatang,” ujar Pengamat Pasar Properti Zainul Maarif, saat dihubungi INAPEX.co.id, di Jakarta, Jum’at (23/12).

Selain itu, aksi beli properti akan kembali bergairah tempatnya dibulan Februari 2017 mendatang karena PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan bakal menurunkan suku bunga kredit, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR) secara bertahap.

“Asumsi kami, di bulan Februari BTN tak hanya turunkan suku bunga KPR tapi juga akan memberikan promo gila-gilaan seperti bebas biaya BPHTP, layanan KPR Non Subsidi Bunga sangat ringan, KPR Subsidi Bunga terendah dan Uang Muka 0%, diskon provisi, serta jangka waktu kredit sampai 25 tahun.

Hal senada juga dikatakan Romeo Daniel Makenru Van Enst, Manager Non Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank BTN Pusat.

Menurutnya, suku bunga itu jauh lebih ringan dibanding bank lain yang cuma menjanjikan tenor 5 tahun dari hitungan simulasi KPR.

“Makanya bagi masyarakat yang ingin mengajukan KPR sebaiknya tunggu waktu promo besar-besaran yang kami tawarkan seperti di Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) mendatang,” ujarnya.

Romeo juga menambahkan tentang relaksasi LTV yang menjadi pendorong tingginya minat masyarakat untuk membeli rumah melalui skim KPR perbankan.

“Permintaan rumah masyarakat masih cukup tinggi. Masih didominasi permintaan rumah-rumah menengah bawah,” tambahnya.

Oleh sebab itu event IPEX bertujuan untuk merespon permintaan yang tinggi masyarakat tersebut terhadap rumah layak.

“Dan kami sudah menyiapkan kebutuhan rumah baik untuk kalangan menengah atas maupun masyarakat menengah bawah yang masuk pada kelompok FLPP sebagai pendukung program sejuta rumah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Romeo menambahkan, bagi masyarakat yang ingin membeli properti sebaiknya bisa menahan diri hingga dapat mewujudkan keinginannya melalui Pameran IPEX di Jakarta Convention Center (JCC) pada bulan Februari 2017 mendatang.