Masalah Kasur. (Foto:BP)
Masalah Kasur. (Foto:BP)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kasur atau tempat tidur merupakan salah satu elemen paling penting di dalam rumah sebab digunakan sebagai tempat beristirahat di siang maupun malam hari. Namun, sedikit berbeda apabila telah berpasangan (suami-istri).

Memilih kasur yang nyaman dan aman untuk kesehatan tubuh serta kenikmatan tidur selama delapan jam merupakan hal yang harus dirasakan dan dibutuhkan.

Namun, kasur yang pada umumnya dipakai oleh dua orang atau sepasang suami istri kerap kali tak mengakomodasi kecocokan untuk keduanya. Biasanya, kasur ini hanya pas dengan bentuk tubuh salah satunya saja.

“Ada dua masalah setiap membeli tempat tidur. Pertama setiap orang itu tubuhnya berbeda, tingginya beda, beratnya beda tetapi tidurnya di atas satu kasur dan kedua bentuk tubuh setiap orang terus berubah seiring berjalannya waktu,” jelas Presiden Direktur Massindo Group Jeffri Massie, di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis (22/9).

Idealnya, lanjut Jeffri, kasur yang dipakai hanya selama 10-15 tahun dan selama periode ini, tubuh pria dan wanita kian berubah sedangkan ranjangnya akan tetap dan tak dapat mengakomodasi bentuk tubuh pengguna.

Oleh karena itu, salah satu produsen kasur dunia membuat teknologi terbaru yaitu SmartComfort System untuk mengakomodasi kebutuhan dan menyesuaikan tubuh pasangan suami istri.

“Adanya teknologi ini membuat konsumen bisa menyesuaikan tingkat kekerasan kasurnya sesuai dengan profil tubuh dan kebiasaan tidurnya dengan menghadirkan 16 variasi tingkat kekerasan,” papar Jeffri.

Jeffri mengatakan bahwa cara memakai kasur ratusan juta dengan teknologi SmartComfort terbilang mudah.

Pengguna dapat membuka kasur ini dengan resleting yang terdapat di sisi kanan dan kiri kasur.

Selanjutnya, setelah terbuka, di bawahnya ada sejumlah lapisan seperti firm, plush, dan medium. Lapisan tersebut dapat diganti dengan menyesuaikan keinginan pengguna.

“Kalau konsumen mau lebih keras, lapisan firm bisa diletakkan di atas, tapi kalau mau lebih empuk gunakan plush yang di atas dan kalau mau tidak terlalu keras dan empuk bisa pakai medium,” kata Jeffri.

Salah satu perusahaan swasta selaku pemegang lisensi kasur kelas premium di Indonesia dan sejumlah negara di Asia lainnya bersama dengan Spring Air International di Amerika Serikat sudah mematenkan teknologi ini secara internasional dan hanya ada di kasur premium tersebut.

(kps)