Tunggakan Retribusi Warga Rusun. (Foto: bjc)
Tunggakan Retribusi Warga Rusun. (Foto: bjc)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Warga rumah susun (Rusun) yang tersebar di DKI Jakarta menunggak bayar uang sewa hingga Rp.2 miliar. Nilai tersebut terhimpun dari warga relokasi yang tersebar di 23 rumah susun (rusun).

“Sejak adanya program relokasi, banyak warga rusun yang menunggak membayar iuran bulanan. Jika dihitung, nilai tunggakannya mencapai Rp 2 miliar,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI, Arifin, Kamis (20/10).

Namun sayangnya Arifin enggan menyebut jumlah warga yang menunggak bayar sewa bulanan itu. Menurutnya, warga harus membayar kewajibannya setiap bulan. Karena uang dari warga itu untuk operasional pengelolaan rusun.

Seperti untuk perawatan gedung, perawatan lift, kebersihan, keamanan dan sebagainya. Bahkan tunggakan sewa rusun akan menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebab itu bagian dari pendapatan asli daerah.

Bagi warga yang benar-benar tidak mampu, pihaknya akan mencarikan solusi. Salah satunya dengan menganjurkan agar warga membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM). Kemudian pihaknya akan koordinasi dengan Bazis DKI agar mendapatkan bantuan.

Selanjutnya bagi yang masih mampu namun kesulitan membayar iuran bulanan maka bisa dilakukan mencicil pembayaran tunggakannya. Warga juga sebenarnya bisa menabung sehari Rp 5.000 untuk membayar iuran bulanan.