Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –¬†Warga disejumlah perumahan elit dan apartemen mewah, usai lebaran ini bakal di data oleh petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di 6 wilayah DKI Jakarta.

Bahkan pejabat seperti Kepala Suku Dinas yang tak mampu mendata warganya saat operasi bina kependudukan (Biduk) 2017, terancam dicopot dari jabatannya.

Operasi Biduk usai Lebaran untuk mendata pendatang baru akan dimulai dalam 1 atau 2 pekan ke depan oleh Dinas Dukcapil DKI.
Kepala Dinas Dukcapil DKI, Edison Sianturi, yang memberikan ancaman pemecatan itu terkait kegagalan Kasudin Dukcapil di setiap wilayah untuk menembus perumahan elit dan apartemen mewah.

“Harus bisa tembus pokoknya. Kalau sampai ada warga di perumahan elit atau apartemen mewah tak bisa didata, akan dipecat Kasudin Dukcapilnya,” ucap Edison, Selasa (4/7/2017) malam.

Lebih lanjut ditegaskan Edison, ancaman itu disebar lantaran operasi Biduk usai Lebaran 2016 didukung langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat.

Bahkan Djarot sudah meyakinkan akan menelepon setiap pengelola kawasan eksklusif yang menolak didata. “Makanya saya pikir tak ada alasan bagi Kasudin untuk gagal menembus apartemen mewah,” jelas Edison.

Selain itu, Edison Sianturi menambahkan, tidak akan menoleransi alasan apapun dari pengelola pemukiman elit maupun apartemen mewah yang tak mau membukakan pintu bagi petugas operasi Biduk.

Edison mengatakan, operasi Biduk usai Lebaran ini akan dijadikan momentum untuk mendobrak keegoisan pengelola perumahan elit dan apartemen mewah.

Sebab sebelumnya mereka kerap tak mau membuka diri untuk didata oleh Disdukcapil. “Sebelumnya beberapa lokasi punya alasan macam-macam setiap mau didata. Nanti tak ada lagi, kita dobrak kalau macam-macam,” kata Edison.

Menurut Edison, Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat yang akan memimpin langsung operasi Biduk. Djarot akan menelepon pengelola apartemen mewah atau perumahan elit yang tak mau membuka diri. “Makanya kali ini kami yakin pasti tak ada yang berani menolak. Pak Gubernur akan membek up,” pungkas Edison Sianturi.