Warga Kalbar dan NTB, Sudah Bisa Nikmati Air Bersih
Air Bersih di Kalimantan Barat (Foto: antara)

KALBAR, INAPEX.co.id, – Desa Mantan dan Desa Menapar adalah dua desa di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang saat ini sudah bisa memanfaatkan dan menikmati pembangunan sarana air bersih untuk 1.000 warga desa Mantan dan Menapar.

Sebelumnya, masyarakat di kedua desa menghadapi masalah besar yakni sulitnya memperoleh sarana air bersih. Penduduk selama ini memakai air yang berada sangat jauh berjarak satu sampai dua kilometer ke aliran sungai.

Oleh karena itu, sejak bulan September 2015 yang lalu, salah satu unit usaha dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (Smart), yaitu PT Kartika Prima Cipta (KPC) bekerja sama dengan Yayasan Dian Desa (YDD) memulai proyek pembangunan sarana air bersih yang merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaan.

“Kami berharap kontribusi Sinar Mas dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” papar CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalimantan Barat Susanto Yang.

Peresmian fasilitas air bersih tersebut dilaksanakan oleh Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir. Tidah hanya itu, peresmian juga disertai penandatanganan berita acara penyerahan proyek dan prosedur operasi standar (SOP) perawatan instalasi air bersih.

Proyek tersebut diserahterimakan dari manager PT KPC kepada kepala desa Mantan dan desa Menapar dan perwakilan kecamatan setempat.

Adapun bantuan yang diserahkan berupa penyediaan sarana seperti pencarian sumber air bersih, sistem distribusi air, pembangunan instalasi, sampai pengaliran air dengan bagus ke rumah warga.

Program CSR perusahaan tak hanya membangun sarana air bersih untuk desa Mantan dan desa Manapar.

Pada akhir 2014, PT KPC bekerjasama dengan YDD merencanakan jangka menengah program CSR guna Pengembangan Masyarakat di Zona Muara Tawang, Kalimantan Barat.

Program tersebut meliputi sejumlah komponen kegiatan seperti Ekonomi Masyarakat, Kebutuhan Dasar Manusia, Pengayaan Kegiatan Pendidikan dan Profile & Progress Monitoring.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, berpatok pada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, masyarakat mesti mempunyai akses air minum.

Berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2013-2018, capaian fasilitas air minum untuk perkotaan ialah sebanyak 87,56 persen dan pedesaan sekitar 81,87 persen.

Untuk mencapai target RPJMN, pembangunan sarana air minum jadi salah satu program prioritas. Tidak hanya itu, ini juga jadi salah satu program terobosan Pemerintah Provinsi NTB guna pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) no 6, terkait pemenuhan kebutuhan air minum.

(kps)