Waktu Tepat Untuk Ajukan KPR, Yang Belum Anda Ketahui
Ajukan KPR di Saat yang Tepat (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Berdasarkan survei Q3 2016 dari BI tercatat fakta bahwa fasilitas KPR masih jadi pilihan utama konsumen (74,77%) sebagai sistem transaksi pembelian properti.

Ternyata melakukan permohonan kredit rumah tak bisa dilakukan setiap saat.

Mengingat membeli rumah dengan cara dicicil adalah sebuah keputusan penting, sebab membutuhkan dana yang banyak dan komitmen tinggi.

Berikut ini cara mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengajukan KPR;

1. Menentukan Rumah

Sebelum mengajukan KPR, terlebih dahulu Anda harus memastikan rumah yang diinginkan. Pertimbangkan juga kualitas, lokasi, desain, dan harga rumah. Misalnya, mengunjungi pameran akbar Indonesia Properti Expo (IPEX) segera hadir di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan di bulan Februari 2017.

Pameran yang diprakarsai PT. Bank Tabungan Negara (BTN Persero) Tbk bekerjasama dengan PT. Ad-house Indonesia Cipta ini akan menyuguhkan ratusan ragam proyek properti dengan harga terjangkau mulai rumah subsidi hingga apartemen mewah untuk lokasi diseluruh Indonesia.

Setelah itu, barulah ajukan fasilitas KPR (kredit pemilikan rumah). Anda bisa memilih bank yang telah bekerjasama dengan pihak pengembang, karena biasanya menawarkan sejumlah kemudahan dan gimmick.

Penawaran suku bunga KPR di pameran IPEX sangat menarik, hingga fixed 5% ini akan ditawarkan bagi setiap pengunjung yang ingin memiliki rumah sendiri hingga berinvestasi.

Jika pendapatan bulanan tidak banyak, Anda bisa memilih tenor (jangka waktu cicilan) yang panjang. Saat ini ada beberapa bank yang menawarkan tenor sampai 25 tahun.

2. Kondisi Keuangan

Saat yang baik untuk mengajukan KPR tentu ketika tabungan Anda mencukupi untuk membayar uang muka (biasanya sekitar 20% – 30% dari harga rumah). Lebih baik lagi tak mempunyai cicilan lain (seperti cicilan mobil atau elektronik) atau terlibat utang.

Supaya pengeluaran bulanan tak terganggu, cicilan KPR juga tak boleh lebih dari 1/3 pendapatan bulanan Anda. Jika tidak, lebih baik tunda mengambil KPR.

3. Lajang atau Menikah?

Banyak yang berpikir untuk menunda beli rumah hingga menikah. Padahal, KPR membutuhkan masa cicilan sampai puluhan tahun. Selain itu, kenaikan harga rumah akan selalu lebih tinggi dibandingkan kenaikan gaji Anda.

Jadi, lebih cepat mengajukan KPR akan lebih baik. Jika Anda masih lajang, berusia muda dan telah memiliki cukup tabungan, segeralah mengambil KPR.

Tentu akan menjadi suatu kebanggaan dan keringanan bukan jika memilikinya sebelum menikah!

4. Suku Bunga

Faktor lainnya adalah suku bunga. Jika sudah memiliki cukup uang namun tak terburu-buru untuk membelinya, perhatikan dulu tingkat suku bunga KPR saat itu.

Jika suku bunga sedang tinggi, tunda pengajuan KPR sampai suku bunga turun. Anda bisa meminta bantuan pakar untuk memprediksi fluktuasi suku bunga. Ingat, membeli rumah saat suku bunga tengah rendah akan menghemat banyak uang.

5. Pekerja Tetap atau Outsource?

Mempunyai pekerjaan tetap dengan penghasilan yang cukup besar jadi indikasi waktu yang tepat mengajukan KPR. Jika Anda masih berstatus karyawan kontrak atau outsource, sebaiknya tunda mengambil KPR.

Pasalnya, pihak bank lebih mudah menyetujui pemohon dengan status pegawai tetap yang penghasilannya sudah tetap per bulan dibandingkan pekerja paruh waktu atau outsource.