Pekerjaan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta. (Foto: istimewa)
Kasus Reklamasi, KPK Konfirmasi Soal Dasar Penetapan Kontribusi.

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mempertanyakan soal kasus reklamasi. Hingga saat ini, Ia mengaku heran dengan proses hukum di Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan Ferry, melihat dari contoh kasus Aguan, berpendapat pengusaha yang bermodal besar bisa bebas dari jerat hukum. “Reklamasi bebas-bebas saja kok, Sumi dan Aguan bebas,” kata Ferry di Gedung DPR/MPR RI, di acara peluncuran buku ‘Korupsi Ahok, baru-baru ini.

Seperti diketahui sebelumnya, Bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan sempat dicekal dilarang berpergian ke luar negeri terkait kasus dugaan suap di proyek reklamasi yang melibatkan salah seorang pejabat DPRD DKI Jakarta, M Sanusi.

Kendati demikian kini cekal tersebut tidak ada lagi. Ferry yakin, para pengusaha properti yang terlibat dalam kasus suap proyek reklamasi bisa menjadi tersangka. Namun kenyataannya berbeda. “Tadinya dicekal harusnya jadi tersangka,” ungkap Ferry.

Ferry menambahkan fakta di meja hijau berbeda dengan di Pilkada. Karena jika rakyat bersatu, Ferry yakin kebenaran akan menang.
Hal yang dimaksud Ferry adalah satu-satunya yang bisa mengalahkan Ahok dan proyek reklamasinya hanya melalui rakyat.

Kemenangan Anies Baswedan di Pilkada DKI sejalan dengan keinginan sebagian masyarakat yang ingin proyek reklamasi dihentikan.
“Jadi memang di persidangan memperlihatkan hebat kekuatan (pengusaha properti) itu. Tapi kasus Pilkada membuktikan rakyat bisa bersatu,” kata Ferry.

Terlepas itu, secara terpisah Ketua Tim Sinkronisasi Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Sudirman Said akan mengkaji ulang kebijakan reklamasi di pantai utara Jakarta.

Sudirman Said memastikan, Anies-Sandiaga tetap sesuai rencana awal, yaitu menghentikan proyek reklamasi teluk Jakarta. “Sedang dikaji, tetapi kalau boleh diulang, sudah jelas bahwa visi dan policy Anies-Sandi memang tidak melanjutkan reklamasi,” tegas Sudirman ketika ditemui usai bertemu anggota DPRD DKI Jakarta, Minggu (21/5).

Sudirman tidak memberikan penjelasan lebih jauh terkait rencana pemberhentian proyek reklamasi. Kemudian, mengenai lahan yang sudah terlanjur dibangun, akan dimanfaatkan. “Apa-apa yg sudah dihasilkan sejauh ini akan dikaji pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga meminta waktu agar timnya bekerja terlebih dahulu sebelum menyampaikan sepenuhnya kepada publik terkait nasib proyek reklamasi tersebut. “Belum juga dilantik. Jadi masih jauh. Satu ketika akan sampai ke sana. Ini masih dikaji,” kata Sudirman.