Sandiaga Uno (Sumber : studentpreneur)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Wakil Gubernur DKI terpilih Jakarta Sandiaga Uno akan menerapkan metode merangkul sejumlah wilayah disekitar DKI Jakarta. Hal itu ditegaskan Sandiaga Uno, sebagai solusi untuk membantu pemecahan masalah ibu kota.

Salah satunya dengan menjamin hubungan secara intensif dengan Kota Depok. “Pertemuan ini merupakan metode ke depan, untuk bicara dengan sahabat tetangga. Sebaik-baiknya membangun, ya harus melibatkan tetangga,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Soal kemungkinan kerja sama dengan Depok, pria yang biasa disapa Sandi itu mengaku akan menginventarisir hasil diskusi dengan orang nomor 1 di Depok itu.

“Belum ada yang diminta. Soalnya saya belum pakai ini (sambil menunjuk pangkat yang dipakai Idris). Intinya saya bisa menangkap apa yang pak wali sampaikan, salah satunya pembangunan yang berkesinambungan masalah pengelolaan banjir dan lain sebagainya,” ucap dia.

Dalam pertemuan itu juga, Sandi menyatakan sempat membahas soal program DP rumah 0 persen yang kemungkinan bisa dikerjasamakan dengan Kota Depok soal ketersediaan lahan.

“Karena kota kita bertetangga, pasti solusi rumah DP 0 persen akan selaras dengan pertumbuham daerah di sekitar Jakarta. Kemarin juga ada beberapa pengusaha properti yang menyatakan siap meluncurkan produknya setelah Oktober. Mereka akan lauching program itu. Harganya Rp350-400 juta rumah dengan DP 0 persen,” pungkas Sandiaga.

Terlepas itu, secara terpisah hingga saat ini, cukup banyak masyarakat yang ternyata belum paham bahkan tidak mengetahui informasi terkait keuntungan menjadi peserta Badan Peyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJS-TK saat membeli rumah secara Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Padahal, program bagus tersebut dapat menjadi celah yang memudahkan dalam mencicil rumah baru dengan bunga rendah. Bagaimana tidak, pasalnya BPJS-TK akan memberikan suku bunga tetap selama masa cicilan dengan aturan BI rate plus 3%. Untuk sekarang ini BI rate sendiri masih di angka 4,75%.

Menurut Executive Vice President Non Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division Bank BTN, Suryanti Agustinar, kriteria rumah yang dapat dimiliki dengan memanfaatkan kepesertaan BPJS-TK sebetulnya cukup mudah.

“Jadi karyawan tinggal tentukan mana rumahnya, dengan catatan harga huniannya harus di bawah Rp.500 juta, boleh apartemen atau rumah tapak. Boleh rumah baru maupun rumah bekas. Lalu si karyawan harus dipastikan sudah merupakan karyawan tetap dengan masa kerja minimal satu tahun,” jelasnya.

Harus Rumah Pertama

Proses pengajuannya cukup mudah, tak ada bedanya dengan pengajuan cicilan rumah melalui bank pada umumnya. Prosesnya serupa dengan mengajukan cicilan rumah ke bank.

“Setelah menentukan pilihan rumah yang akan dibeli, masyarakat tinggal mengajukan permohonan KPR ke bank yang menjadi mitra BPJS-TK. Saat ini baru BTN yang bekerjasama. Dan ingat, program ini hanya berlaku bagi peserta yang belum memiliki rumah alias ini adalah rumah pertama,” paparnya.

Setelah itu calon debitur akan melewati prosedur normal, meliputi BI checking untuk memantau track record dari peserta BPJS-TK, dan peserta diharuskan untuk menyertakan kartu BPJS-TK.

Bila telah memenuhi syarat, maka bank akan menjalankan pengecekan ke BPJS-TK. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui apakah mereka yang mengajukan KPR benar-benar sebagai peserta dan memenuhi syarat yang diberikan, khususnya kedisiplinan tempat peserta bekerja dalam membayar iuran BPJS-TK.

Jika seluruhnya benar-benar sudah memenuhi persyaratan, maka BPJS-TK akan memberikan rekomendasi kepada bank bahwa sesuai evaluasi pemohon KPR ini lolos persyaratan kredit. Sehingga permohonan kredit dapat dicairkan dan masyarakat dapat segera mempunyai rumah yang diajukan KPR.