Presiden RI Joko Widodo meninjau sejumlah booth di IPEX 2017, Hall B JCC Senayan.

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Tak hanya diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, usai pelaksanaan upacara 17an, yuk luangkan waktu mampir ke Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Hari libur bersejarah ini, Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017, menampilkan 845 proyek dari peserta pegembang yang memberikan banyak Promo Merdeka.

Salah satunya pengembangPermata Sakti Mandiri yang menawarkan hunian di Cimanggis City dengan harga mulai Rp.200 jutaan di Hall B No.3 JCC. Masih dihari Kemerdekaan RI, pengembang Delta Group juga menyuguhkan Apartemen type 1 Bed Room Deluxe semi furnished khusus karyawan dibandrol Rp.251 jutaan dengan cicilan Rp.60 ribuan per hari.

Stasus kepemilikan rumah susun diatas hak guna bangunan murni, Apartemen bersubsidi FLPP ini juga bersertifikat hak milik sarusun dengan cukup membayar DP 16 jutaan.

Masih disekitar Hall B JCC, rumah impian, lokasi strategis view pegunungan juga bisa dimiliki di Grande Kahuripan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Selama IPEX berlangsung, hunian besutan Delta Group ini menawarkan akses mudah yaitu bisa ditempuh 15 menit dari Taman Buah Mekarsari serta sudah dihuni 4000 kepala keluarga di Cluster Ekseklusif.

Dalam pameran ini, Grande Kahuripan Cileungsi dibandrol Rp.308 juta all in type Mahogany 43/90 M2. Tak hanya itu, bagi konsumen yang booking juga dapat hadiah langsung berupa 1 unit AC serta garansi sewa 2 tahun untuk pembelian Ruko 2 lantai harga Rp.573 juta.

54% konsumen mengakui bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah upaya dalam menekan harga rumah, agar bisa terjangkau khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sementara itu, menanggapi besarnya antusias pengunjung di ajang promosi IPEX periode Agustus 2017 dinilai sebagai respon balik dari masyarakat terkait keberhasilan pemerintah.

“Kilas balik keberhasilan pemerintah mengenai perombakan aturan LTV yang berlaku mulai Agustus membawa dampak positif. Pasca pelonggaran, pertumbuhan KPR di bulan setelahnya mengalami peningkatan sebesar 6,21% (year-on-year) menjadi 6,48% (year-on-year). Berdasarkan jenisnya, KPR tipe 22-70 dan KPA tipe <21 mengalami pertumbuhan tertinggi,” ujar Pengamat Bisnis Properti Toerangga Putra, kepada INAPEX.co.id, di JCC Senayan, Kamis (17/8).

Tingginya permintaan kebutuhan hunian yang diajukan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dinilai sudah menggugurkan anggapan terkait rendahnya keberpihakan bank. Apalagi tudingan itu hanya dilihat dari rasio penyaluran KPR terhadap PDB Indonesia jauh lebih rendah dibadingkan negara tetangga yaitu Malaysia yang mencapai 30%.

“Soal anggapan keberpihakan bank itu sangat tidak benar. Karena penyaluran KPR dari total nilai kredit, tidak bisa dibandingkan dengan kebutuhan perumahan di Indonesia. Apalagi diukur dari sisa pembangunan infrastruktur dan SDA, padahal faktanya peminat perumahan yang mengajukan KPR masih sangat tinggi,” tegas  Toerangga Putra.

Hingga akhir kuartal II 2017, penyaluran KPR PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tumbuh sebesar 19% secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama BTN, Maryono membenarkan, mayoritas penyaluran kredit perseroan masih berasal dari penyaluran KPR dan kredit konstruksi. “Sampai bulan Juni stabil di antara 19% sampai 20%. Masih on the track,” ujar Maryono.

Jika menggunakan asumsi pertumbuhan 19% sampai 20%, artinya hingga bulan Juni 2017 BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp 162,87 triliun.

Lebih lanjut dikatakan Maryono, pertumbuhan KPR khususnya KPR subsidi mengalami peningkatan sebesar 25% hingga 30% secara yoy. “Sementara non subsidi masih di bawah itu,” kata Maryono lagi.