Vitria Handayani (kiri) saat menerima secara simbolis hadiah motor dari PT.Adhouse Indonesia Cipta. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Usai mendapat hadiah berupa sepeda motor, pengunjung ini akhirnya termotivasi ingin beli properti. Hal tersebut diungkapkan Vitria Handayani salah seorang pemenang nomor undian pengunjung dipameran Indonesia Property Expo (IPEX). Vitria mengaku sangat terkesan dan termotivasi terhadap penyelenggara pameran IPEX yang mampu menyajikan berbagai proyek properti diseluruh Indonesia.

“Setelah saya melihat pameran itu, semua teman-teman dikantor saya sangat termotivasi untuk beli properti. Saya baru menyadari ternyata beli properti itu sangat menguntungkan, baik untuk menjadi tempat tinggal maupun berinvestasi,” ujar Vitria Handayani pemenang undian pengunjung IPEX 2016 silam, saat dihubungi INAPEX.co.id, di Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Selain itu, Vitria menargetkan ditahun 2017 ini harus mampu beli properti dikawasan Kota Malang, Jawa Timur. “Setelah melihat-lihat rumah dipameran properti, saya mentargetkan tahun ini harus bisa beli properti di Malang. Saya ingin beli rumah ditempat kelahiran sendiri, nantinya untuk investasi karena saya masih bekerja di Jakarta,” kata gadis kelahiran Malang, April 1991 ini.

Menurut pemenang undian berupa sepeda motor beat ini, hingga saat ini masih tinggal dirumah kost dikawasan Tebet, Jakarta Selatan sangat berharap bisa memiliki investasi rumah di kota kelahirannya sendiri yaitu di Malang.

 

Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

“Saya tinggal dirumah kost tak terasa sudah empat tahun, dengan biaya diatas satu juta per bulan. Kenapa saya pilih di Tebet, karena kerja saya lebih dekat dikawasan Sudirman. Makanya, sejak lihat pameran properti jadi ngebet kepengen beli rumah sendiri. Doain ya mas, mudah-mudahan dipameran properti bulan Agustus tahun ini bisa terwujud. Karena biasanya banyak promosi dan proyek baru dengan harga rumah yang murah,” kata Vitria.

Sementara itu, pameran Indonesia Properti Expo yang bertajuk ‘Pesta KPR BTN Merdeka’ bakal digelar mulai 12 – 20 Agustus 2017 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Penyelenggaraan pameran akbar yang menjadi ajang promosi dan transaksi tersebut juga akan menyuguhkan ratusan proyek perumahan, apartemen, kondotel, rukos, villa serta pertokoan.

Selain itu, juga terdapat kabar gembira bagi para mitra Go-Jek, karena salah satu cara untuk mewujudkan impian memiliki rumah yaitu bagi yang telah ‘ngojek’ bekerja sama selama 1 tahun bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Pasalnya, program Go-Jek Swadaya sedikitnya membidik 200 ribu mitra layanan transportasi online untuk menjadi debitur KPR PT. Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Selain itu, diprediksi pembiayaan dalam program Go-Jek Swadaya tersebut mencapai diatas Rp.2,6 triliun.

“Kami berharap 200 ribu mitra Go-Jek kami bisa layani dengan memberikan KPR subsidi maupun mikro sehingga mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih baik lagi,” tutur Direktur Consumer BTN Handayani dalam konferensi pers di Kantor Go-Jek, baru-baru ini.

Lebih lanjut dikatakan Handayani, potensi penyaluran KPR dari program ini dapat mencapai diatas Rp2,6 triliun, dengan asumsi program ini diikuti oleh 20 ribu mitra. Secara rinci, Handayani menjelaskan, program KPR bersubsidi, mitra pengemudi Go-Jek dapat memiliki rumah dengan uang muka 1 persen dari harga rumah.

Tak hanya itu, suku bunga yang ditetapkan 5 persen dan berlaku tetap (flat) selama 20 tahun. Adapun maksimal harga rumah yang bisa dimiliki oleh pengemudi yaitu Rp141 juta per unit. Tipe rumah mulai 26 sampai 31 dengan luas tanah 60 hingga 70 meter persegi.

Sementara itu, kendati masih terganjal sejumlah persoalan terkait sertifikat tanah, namun program yang diinisiasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terlihat sangat diminati driver Go-Jek. Karena, driver Go-Jek ini merupakan kategori pekerja informal dengan penghasilan tidak tetap.

1.600 Pengemudi Go-Jek Ajukan KPR Mikro Dengan DP 1 Persen
Pengemudi Go-Jek (Foto: tribunnews)

Bahkan sejuah ini, mereka kesulitan mengajukan KPR di bank disebabkan tidak memiliki slip gaji sebagai bentuk bukti penghasilan per bulan. “Sudah ada 1.600 driver Go-Jek yang mengajukan aplikasi KPR Mikro,” ujar Direktur Konsumer Bank BTN Handayani.

Handayani menuturkan, pembayaran cicilan KPR Mikro ini bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kreditur, yakni harian, mingguan, dan bulanan.

Para driver Go-Jek tersebut, kata Handayani, lebih banyak yang memilih untuk mencicil KPR Mikro secara harian. Selain driver ojek daring, pekerja informal peminat KPR Mikro juga berasal dari pedagang dan nelayan. “Pedagang bakso dan mie mencicil harian, karena setiap hari dapat penghasilan,” tutur Handayani.

Sedangkan nelayan, sebut dia, cenderung membayar cicilan secara mingguan karena tidak setiap hari pergi melaut. Ia menambahkan, melalui KPR Mikro masyarakat bisa mengajukan kredit untuk merenovasi, membangun, atau membeli rumah dengan total maksimal Rp 75 juta.

Sejauh ini, kebanyakan pengajuan kredit untuk membangun rumah di atas tanah sendiri dan merenovasi rumah tidak layak huni. Namun, penyerapannya membutuhkan waktu karena terhambat proses sertifikasi tanah. Pasalnya, tanah masyarakat yang tengah mengajukan KPR Mikro tidak berstatus Hak Milik.

Menurut Handayani, untuk mengatasi hal tersebut, Bank BTN akan bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam rangka percepatan sertifikasi.

Sementara itu, Go-Jek adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia.

Perusahaan ini, sedikitnya bermitra dengan 200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. Kegiatan Go-Jek bertumpu pada tiga nilai pokok, kecepatan, inovasi, dan dampak sosial.

Para driver Go-Jek mengaku bahwa pendapatan meningkat semenjak bergabung sebagai mitra. Driver Go-Jek juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses melalui aplikasi.