Ilustrasi. (Foto: inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Harapan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Banyuwangi yang sedang bermimpi ingin mendapatkan rumah hunian, akan segera menjadi kenyataan. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi  membangun hunian tempat tinggal semacam apartemen berlantai lima yang berlokasi di wilayah Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

“Namanya Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Tidak tanggung-tanggung, total hunian yang tersedia pada twin block Rusunawa tersebut 198 unit,”Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Banyuwangi, Ikrori Hudanto, siang ini.

Menurut Ikrori, pihaknya sudah mulai membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menempati Rusunawa tersebut. Sedangkang persyarakatan hanya mengisi formulir pendaftaran yang sudah di sediakan DPKP.

Selain itu, lanjutnya, pendaftar harus menyerahkan surat pernyataan sanggup membayar sewa, serta menyerahkan surat keterangan bekerja dan belum memiliki rumah.

“Selanjutnya, kami akan menyeleksi calon penghuni yang telah mendaftar dan telah memenuhi persyaratan. Proses seleksi meliputi verifikasi dan survei lapangan. Selain itu peruntukan rusunawa ini juga menyasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun anggota TNI dan Polri,”ujarnya

Dirinya menegaskan bagi peminat rusunawa di Kabupaten Banyuwangi harus penduduk yang berdomisili dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Banyuwangi. Kedua, warga yang diutamakan menjadi penghuni rusunawa adalah mereka yang belum pernah sama sekali memiliki rumah tinggal tetap.

“Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan dari lurah atau kepala desa setempat maupun pimpinan tempat calon penghuni bekerja. Namun ada tambahan, yang kami utamakan adalah warga yang diutamakan untuk dapat menghuni rumah susun tersebut adalah mereka yang berdomisili di sekitar Rusunawa,”tegas Ikrori Hudanto.

Kelengkapan fasilitas rusunawa berlantai lima ini, menurut Ikrori, diantaranya ada listrik, air bersih, kemudian jalan berpaving, dan berpagar keliling. Selain itu, setiap rumah memiliki ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dan tempat jemuran pakaian.

Bukan itu saja, lantai satu Rusunawa terdapat musala, tempat parkir, dua ruang serbaguna, serta stan kios pedagang. Selain itu, di lantai satu juga tersedia empat hunian khusus untuk penyandang disabilitas dan lansia.

Sekadar diketahui, ujarnya lebih lanjut, rusunawa yang dibangun dengan anggaran Rp 25 miliar itu sudah selesai dibangun sejak 2014 silam. Meski sudah rampung twin block alias dua bangunan yang memiliki 198 kamar tersebut cukup lama mangkrak. Namun akhirnya sekarang ini sudah bisa dan siap dihuni warga masyarakat Banyuwangi.

“Eksekutif mengusulkan tarif sewa rusunawa tersebut bervariasi antara Rp 50.000 sampai Rp 200.000 per bulan. Tarif sewa termurah adalah lokasi non hunian, nilainya sebesar Rp 50.000 per meter persegi. Sedangkan tarif sewa rumah hunian di lantai satu diusulkan sebesar Rp 200 ribu per bulan, lantai dua senilai Rp 175.000 per bulan, lantai tiga senilai Rp 150.000 per bulan. Sedangkan tarif sewa rumah hunian di lantai empat dan lima masing-masing sebesar Rp 125.000 dan Rp 100.000 per bulan,”pungkasnya.