Untuk Mudik Lebaran 2017, Pemerintah Fokus Mengembangkan Jalan Tol
Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo (Foto: beritasemarang)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan semua ruas jalan tol Trans Jawa akan tersambung seluruhnya pada tahun 2018. Kini, pemerintah terus fokus pada pengembangan jalan Semarang-Solo agar bisa digunakan untuk mudik Lebaran 2017.

Jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 km terbagi 5 seksi. Seksi I Semarang-Ungaran dengan panjang 10,85 km dan seksi II Uangaran-Bawen 11,99 km sudah beroperasi. Saat ini seksi III Bawen-Salatiga 17,6 km, seksi IV Salatiga-Boyolali 24,5 km, dan seksi V Boyolali-Kartasura 7,74 km.

“Progres seluruhnya telah di atas 90-an persen, jadi tahun ini bisa digunakan untuk jalur mudik,” tuturnya ketika memantau kesiapan tol Semarang-Solo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, baru-baru ini.

Basuki juga menjanjikan jalan tol Solo-Ngawi-Sragen dapat dipakai mudik lebaran tahun ini. Pembangunan jalan tol tersebut dapat dikebut sebab ada bantuan dana talangan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang telah terserap senilai Rp.15,75 triliun.

PUPR juga berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Mahkamah Agung guna mempercepat pembebasan lahan. Kini pembebasan lahan jalan tol Trans Jawa telah di atas 90 persen. Oleh sebab itu, Basuki optimis semua ruas Trans Jawa dapat tersambung pada tahun 2018.

Menkeu Sri Mulyani menuturkan, cepatnya pembangunan jalan tol Trans Jawa salah satunya pembiayaan infrastruktur yang tak hanya mengandalkan APBN.

“Kita hadirkan inovasi pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal negara melalui BUMN dan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU),” jelasnya.

Perkembangan lainnya untuk ruas tol Semarang-Demak telah dilaksanakan tender. Pembangunan jalan tol dengan investasi Rp.9 triliun ini sekaligus untuk penanganan banjir rob di Semarang dan Demak.

“Anggaran sebesar itu bukan hanya untuk pembangunan jalan tol tapi juga untuk mengatasi rob. Lelang sudah dilakukan, kalau pembebasan lahan lancar pada tahun ini juga proyek ini bisa langsung dikerjakan sehingga tahun 2018 bisa beroperasi semua,” kata Basuki.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas infrastruktur, seperti Jembatan Kelok Sembilan, Sumatera Barat.

PUPR sudah membangun groundsill atau bangunan yang dibangun melintang sebagai ambang dasar bangunan pengendali sedimen di sungai Batang Sanipan pada Jembatan Kelok Sembilan.

Groundsill tersebut mempunyai fungsi utama memperkuat struktur jembatan, yakni dengan mengendalikan kecepatan air supaya pilar yang menyangga jembatan ini tak tergerus.

Terletak di bagian tengah Jembatan Kelok Sembilan, groundsill mempunyai bentuk layaknya kolam. Di pinggirannya tersedia taman bermain anak-anak, beberapa warung tradisional, tempat untuk masyarakat yang ingin menikmati suasana alam yang sejuk dan mengambil foto keindahan jembatan.

“Jadi memang sengaja kita bikin agar menarik bagi masyarakat. Kemudian juga bisa sekaligus sebagai rest area. Pembangunan satu unit groundsill memakan waktu 240 hari, yang dibangun awal tahun 2016, area sudah bisa digunakan sejak September 2016,” tutur Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto.