ilustrasi. (Foto: Dimas)
ilustrasi. (Foto: Inapex.co.id)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Untuk menjamin rasa aman bagi warga DKI Jakarta menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menggelar rapat koordinasi tingkat menteri di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat.

Rapat tersebut membahas pengamanan Pilkada Serentak tahun 2017 yang akan berlangsung pada 15 Februari mendatang.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang ikut dalam rapat mengatakan, pertemuan itu lebih menyoroti membahas pengamanan Pilkada di DKI Jakarta meski 100 daerah lainnya juga akan menggelar Pilkada.

“Tensi yang cukup tinggi memang ada di DKI hari ini mau dibahas sama Menko Polhukam. Apapun kita harus lakukan persiapan agar masyarakat secara maksimal bisa hadir di TPS,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ditemui sebelum mengikuti rapat di Kemenko Polhukam.

Kendati demikian, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meyakini pengamanan telah dipersiapkan dengan matang oleh Polri dan TNI. KPU dan Bawaslu, lanjut dia, juga telah maksimal agar Pilkada DKI Jakarta berlangsung dengan aman dan tertib.

Rapat tersebut juga melibatkan Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana, Ketua BNPT Komjen Suhardi Alius, Wakil Kepala BIN Letjen Torry Djohar Banguntoro, Ketua KPU RI Jury Adiantoro, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana, Ketua Bawaslu Muhammad, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menkominfo Rudiantara, Kepala Staf Umum Panglima TNI laksamana Madya Didit Herdiawan.

“Ini Pilkada kan mau ingin aman, berkualitas, jadi ini harus bersama-sama dengan melibatkan masyarakat. Karena itu saya kumpulkan para pejabat yang berurusan dengan Pilkada, terutama di Jakarta. Jadi kita ingin aman dan tertib,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, selain DKI Jakarta yang berpotensi rawan saat Pilkada, sejumlah daerah lain yang mengelar Pilkada juga dianggap berpotensi rawan.

“Aceh, Jakarta, Papua dan Banten kan memang masuk daerah rawan, tapi sudah turun. Jadi ini perlu persiapan yang lebih baik, agar pemilihan berlangsung baik,” pungkas Menko Polhukam Wiranto.