Indonesia Properti Expo menjawab informasi kebutuhan rumah murah, terlihat Dirut PT AIC Soedirman Zakaria ketika memberi sambutan di JCC Senayan. (Foto: inapex)
Indonesia Properti Expo menjawab informasi kebutuhan rumah murah, terlihat Dirut PT AIC Soedirman Zakaria ketika memberi sambutan di JCC Senayan. (Foto: inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Terus digenjotnya pembangunan infrastruktur transportasi disejumlah daerah, diharapkan terkoneksi dengan lokasi penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bekerja ditengah Jakarta.

Oleh sebab itu, CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda mengakui, untuk membangun rumah murah dan bersubsidi, para pengembang kesulitan mendapatkan lahan di tengah kota.

Jadi tak heran jika, pembangunan rumah tersebut dilakukan di wilayah-wilayah pinggiran dengan sarana transportasi umum yang masih minim. “Pengembang itu berat bangun rumah di bawah Rp 200 juta, pemerintah bilang dapat subsidi tapi pengembangnya kesulitan cari tanah,” ujarnya dalam konferensi pers Indonesia Real Estate Summit 2016 di Jakarta, belum lama ini.

Dengan jarak rumah yang semakin jauh dari pusat kota, maka masyarakat enggan mencari rumah murah dan bersubsidi seperti yang diprogramkan pemerintah. Sebab untuk mencapai tempat kerja butuh waktu berjam-jam, maka hanya akan merepotkan masyarakat saja. “Konsumen harus berhati-hati membeli, jangan lihat murah langsung dibeli, nanti kalau ke stasiun memakan waktu 2 jam, itu kan repot,” katanya.

Oleh sebab itu, pemerintah harus membangun sarana transportasi massal seperti kereta rel listrik (KRL) atau lainnya yang bisa menjangkau rumah murah dan bersubsidi tersebut. Dengan demikian, pembangunan rumah ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh MBR. “Jadi ā€ˇpemerintah perlu mengkoneksikan infrastruktur transportasi, seperti kereta api,” tandas dia.

PERTIMBANGAN BELI RUMAH

Bagi masyarakat memilih untuk beli rumah merupakan sebuah keputusan yang special, karena sejumlah alasan lain yaitu memang tidak ingin terlalu muluk dalam membeli rumah, dalam artian tak berambisi untuk memiliki hunian dengan gaya desain mewah. Apalagi, karena kesederhanaan lebih bisa membuat hati nyaman dan juga mudah dalam menata isi ruangan.

Istilah rumah sederhana sebenarnya juga memiliki beberapa pengertian yang belum tentu sama pada orang yang berbeda. Apa yang dimaksud dengan rumah sederhana bagi orang kota mungkin berbeda dengan apa yang dimaksud dengan rumah sederhana menurut orang desa. Perbedaan semacam itu tentu penting juga untuk dimengerti supaya anda tidak salah menafsirkan.

Perbedaan bisa timbul dari presepsi yang berbeda, bisa jadi sederhana dari sisi desain maupun isi dan nuansa yang ditampilkan pada rumah minilasi tersebut, terkadang rumah mewah namun isinya dan juga dekorasinya dibuat sesederhana mungkin hal semacam ini banya ditemukan.

Maka ketika anda memutuskan untuk mencari dan membeli rumah minimalis sederhana, pertama-tama anda harus menyadari sebenarnya di lokasi yang anda inginkan, seperti apakah wujud rumah dengan gaya desain sederhana itu. Jika memang sesuai, maka barulah anda bisa meneruskan mencari rumah minimalis sederhana di sana. Jika tidak, akan lebih baik anda mencari rumah di tempat lain.

Jelas sudah bahwa mencari rumah yang sederhana tidak sesederhana yang anda bayangkan. Beberapa pertimbangan harus anda lakukan demi mendapatkan rumah dengan desain sederhana yang sesuai dengan keinginan anda. Jika anda memang sedang mencari rumah dengan konsep desain yang sederhana sekarang ini, maka anda harus memperhatikan hal-hal tersebut supaya anda tidak merasa menyesal setelah proses pembelian rumah itu.