Stand pemeran Citra Dawuan Regency. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Segera dibuka untuk tahap 1 dengan unit terbatas, beli rumah harga subsidi konsep desain seperti komersil. Hunian itu ditawarkan diproyek perumahan Citra Dawuan Regency di Karawang, Jawa Barat.

Rumah subsidi berkualitas ini dibandrol dengan harga terjangkau, DP super ringan, lokasi terdepan, bebas banjir, legalitas sertifikat hak milik, one gate sytem, dekat kawasan industri dan mall Cikampek.

Selain itu, saat beli rumah di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) ternyata banyak kemudahan yang menguntungkan bagi calon konsumen.

Diantaranya kemudahan itu, dengan persyaratan dokumen untuk pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Layanan program yang bertajuk KPR Express itu hanya berlaku selama pameran properti.

KPR Express diperuntukan bagi calon konsumen baru (new costomer) atau sedang dalam masa cicilan tunai bertahap (<12 kali) dan mengajukan kredit dengan adanya simplifikasi dokumen.

Untuk cara pengajuan KPR Express ini calon konsumen cukup datang ke pameran IPEX dengan mengisi form aplikasi kredit yang disiapkan distand Bank Tabungan Negara (BTN) hanya melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP, KK, Surat Nikah/Cerai) dan NPWP.

Kemudian untuk dokumen lainnya cukup menyertakan slip gaji terbaru (1 bulan) dan rekening tabungan 3 bulan terakhir. Kemudian untuk memperlancar pengajuan KPR agar di approv oleh bank, butuh dipersiapkan perteimbangan yang lebih matang seperti berikut;

1 – PERHITUNGAN

Perlu diperhatikan, bahwa pihak bank sudah menetapkan cicilan maksimal 35%-40% dari penghasilan bulanan. Jika Anda sudah berkeluarga, maka persentasenya dihitung dari pemasukan total suami dan istri. Nah, apakah cicilan yang Anda ajukan sudah sesuai dengan peraturan ini?

Tak hanya itu, kesalahan perhitungan juga mungkin terjadi pada pekerja freelance. Untuk pekerja freelance, bank akan meminta data pemasukan bulanan rutin dalam satu tahun. Nantinya, cicilan maksimal tersebut kemudian akan dihitung sebesar 35%-40% dari pemasukan bulanan terkecil dalam rentang satu tahun.

Kendati rata-rata pemasukan Anda mencapai Rp7,5 Juta per bulan sebagai seorang pekerja freelance, namun jika dalam satu tahun itu pemasukan Anda ada yang hanya mencapai Rp4,7 Juta, maka persentasenya tetap dihitung dari Rp4,7 Juta.

2 – DOKUMEN

Selanjutnya, salah satu persyaratan agar pengajuan KPR berhasil yaitu dengan melampirkan sejumlah dokumen. Kebanyakan pemohon atau calon debitur masih menyepelekan persyaratan ini, seperti KTP, NPWP, surat keterangan menikah atau cerai, dan kartu keluarga.

Kondisi KTP yang sudah habis masa berlakunya juga akan membuat pihak bank berpikir ulang untuk menyetujui pengajuan KPR. Begitu juga dengan surat keterangan status perkawinan. Seandainya Anda sudah bercerai secara agama namun belum mengurus keterangan secara hukum, bank akan sulit menerima pengajuan cicilan Anda.

3 – USIA

Kegagalan pengajuan KPR karena batas usia kerap dialami oleh calon debitur yang akan memasuki masa pensiun. Bank menetapkan usia untuk mengajukan KPR adalah minimal 21 tahun atau sudah menikah.

Pada saat kredit berakhir, maksimal berusia 55 tahun atau disesuaikan dengan usia pensiun pada perusahaan untuk pegawai dan 60 tahun untuk profesional. Jadi, semakin mendekati usia pensiun, semakin pendek masa KPR dan semakin besar jumlah cicilan. Bisa jadi, jumlah cicilan ini pada akhirnya melebihi batas kemampuan yang ditetapkan bank, yakni 40% dari total pemasukan per bulan.

4 – BANK

Anda mungkin telah memilih salah satu bank karena tergiur tawaran kredit yang rendah. Namun, belum tentu bank ini bekerja sama dengan pengembang perumahan yang menjual rumah idaman Anda. Ada dua pilihan bagi Anda, mengganti rumah incaran dengan rumah yang disarankan bank, atau mengganti bank sesuai dengan yang bekerja sama dengan developer rumah idaman Anda.

5 – PERFORMA

Siapa sangka keberhasilan atau kegagalan pengajuan KPR Anda ditentukan dari performa Anda secara personal pada saat bertemu pihak bank. Pihak bank lebih senang jika calon debitur berbicara sopan, jujur saat wawancara dan tidak berbelit-belit, dan penampilan yang rapi.

Selain itu, yang terpenting adalah performa Anda sebagai calon debitur. Jika Anda memiliki catatan kredit macet, seperti cicilan kendaraan, dan lain-lain, akan sangat sulit bagi Anda untuk mendapatkan cicilan dari bank. Ingat, semua data dan catatan cicilan Anda tercatat oleh Bank Indonesia dan bisa diakses oleh semua bank.