Show unit rumah di Klaster Asa Savasa. (Foto: panasonic)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Unit rumah yang dipasarkan pada proyek bertajuk ‘Savasa’ ini merupakan sebuah perumahan yang berjarak sekitar 1,5 Kilometer dari Stasiun Kereta Cepat antara Jakarta – Bandung yang telah direncanakan pemerintah.

Savasa dikembangkan diatas lahan 37 hekter sebagai proyek hunian terbaru yang dikembangkan PT PanaHome Deltamas Indonesia (PHDI) di Kota Deltamas (3.177 ha), Cikarang, Bekasi (Jawa Barat).

PHDI yaitu sebuah perusahaan patungan PT PanasonicHome Gobel Indonesia (Panasonic Corporation) dengan PT Puradelta Lestari Tbk (Sinar Mas Land), pengembang Kota Deltamas.

Lokasi Savasa tak jauh dari exit tol Cibatu (km 34) dan Cikarang Pusat (km 37). Hunian ini, dirancang secara berkelanjutan melalui envergy saving, daur ulang air dan aplikasi sistem rumah pintar.

Pemasarannya dirintis sejak November tahun lalu mulai dari klaster Asa berisi 196 unit rumah. Diakhir tahun lalu, proyek perumahan ini berhasil meraih sejumlah penghargaan, karena konsep pengembangannya ramah lingkungan yang tercermin pada master plan dan bangunan rumahnya.

Lahan yang dibangun sekitar 50 persen. Selebihnya untuk area terbuka dan infrastruktur. Area terbuka itu dijadikan taman dan green corridor atau sabuk hijau (green belt) berisi aneka pepohonan.

Koridor di kanan kiri jalan utama itu dilengkapi pedestrian sehingga penghuni dapat berjalan nyaman dalam atmosfir teduh dan hijau.

Pengembang juga mendaur-ulang air dan menampung air hujan dengan membuat water retention network di area green belt dan di dalam klaster.

Sumber air bersih diambil dari air permukaan, kemudian diolah di water treatment plan (WTP). Selain itu disediakan community center seluas 3.000 m2 untuk urban farming dan day care.

Wulang Nur Widyatmoko, General Manager Savasa, menyebutkan, pengembangan proyek mirip Fujisawa Sustainable, proyek residensial Panasonic Homes di Fujisawa, Jepang, yang dirancang berkelanjutan “Huniannya tahan gempa. Kalau terjadi bencana, suplai air dan listrik dapat bertahan tiga hari,” katanya.

Di Savasa juga demikian. Konstruksinya menggunakan beton pracetak yang dibuat di lokasi proyek. Ada juga fitur energy saving dengan memasang panel surya di area community center, sebagai sumber energi untuk penerangan jalan (PJU) dan area publik. Pemanfaatan energi hijau itu dapat menekan pemakaian listrik PLN sehingga biaya pengelolaan lingkungan lebih murah.