Ilustrasi. (Foto: pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.idJelang tutup tahun 2018, PT Metro Realty Tbk (MTSM), diharapkan mampu mencapai target pendapatan 77%. Perusahaan salah satu emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berbisnis di sektor properti, khususnya gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan, ditargetkan mencapai Rp27 miliar.

“Sepanjang Januari-September 2018, kami telah memperoleh pendapatan sebesar Rp20,77 miliar. Itu artinya, kami telah mencapai sekitar 77% dari target tahun ini,” ujar Sukardi, Direktur Independen MTSM, di Gedung Metro, Pasar Baru, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Sukardi menambahkan, disamping target pendapatan itu, manajemen perseroan juga berharap bottom line perseroan yang saat ini masih terlihat negatif akan terus terkikis habis hingga akhir tahun ini, sehingga dapat menjadi positif pada tahun depan.

“Pada periode selama sembilan bulan pertama tahun ini, kerugian perseroan dapat berkurang hingga 75,5% menjadi tinggal Rp791,36 juta. Diharapkan, kami sudah dapat membukukan laba pada tahun depan,” ujar Sukardi.

Sukardi mengatakan, manajemen perseroan sepanjang 2018 ini selalu mengupayakan untuk meningkatkan pemeliharaan (maintenance) gedung-gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan miliknya agar dapat senantiasa tertata rapi dan terpelihara terus.

“Untuk kegiatan pemeliharaan tersebut, kami telah merealisasikan belanja barang modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2 miliar pada Januari-September 2018. Jika gedung-gedung itu tetap terpelihara dengan baik, maka kami akan lebih mudah untuk menawarkan kepada konsumen yang ingin menyewa gedung-gedung tersebut,” ujar Sukardi.

Oleh sebab itu, demikian Sukardi, manajemen perseroan pada 2019 mendatang akan berupaya untuk melakukan penyesuaian bisnisnya dengan kondisi yang ada. Langkah itu dilakukan agar perseroan senantiasa dapat memenuhi kebutuhan para penyewa gedung (tenant).

“Penyesuaian bisnis tersebut juga dilakukan agar dapat mendukung upaya kami untuk mencapai tingkat hunian (occupancy rate) antara 75-90%, terutama untuk gedung-gedung perseroan yang ada di Pasar Baru-Jakarta Pusat, Apartemen Metro Sunter di Jakarta Utara dan di Melawai-Jakarta Selatan pada tahun depan,” pungkas Sukardi.

Terlepas itu, secara terpisah jelang tahun politik 2019 suplai rumah subidi diprediksi mampu mendorong pertumbuhan pasar properti.

“Suplai rumah subsidi masih mendominasi serta mampu mendorong pertumbuhan pasar properti ditahun politik,” ungkap Presiden Direktur PT. Adhouse Clarion Events Toerangga Putra.

Selain hunian komersil seperti apartemen dan condotel suplai rumah subsidi dan sejumlah kebijakan pemerintah melalui kemudahan perizinan juga menjadi ujung tombak pada sektor properti.

“Beberapa kebijakan pemerintah lainnya seperti pelonggaran Loan to Value (LTV), serta program sejuta rumah bisa memudahkan masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah untuk beli rumah,” tambah Toerangga.

Menurutnya, proyeksi harga properti secara keseluruhan sempat melemah pada awal 2018, tapi pada kuartal kedua kembali menguat.

Kendati demikian, Toerangga menilai kondisi tersebut sangat wajar karena sudah menjadi dinamika selalu diawal tahun.