Diskusi dalam acara soft launcing KPR Lelang. (Foto: dok.inapex)

BOGOR, INAPEX.co.id – Ditengah kelesuan pasar properti jelang akhir tahun 2018, justru tren peminat rumah lelang Bank Tabungan Negara (BTN) mengalami peningkatan hingga 30%.

Fenomena peningkatan pasar rumah lelang itu terungkap pada acara Soft Launching Produk KPR Lelang yang diunggah melalui portal rumah sitaan atau aset yang dilelang.

KPR Lelang merupakan fitur baru di produk KPR yang dikhususkan bagi nasabah yang ingin mendapatkan pembiayaan untuk rumah yang berhasil mereka dapatkan lewat proses lelang.

“Kami mengamati bahwa peminat rumah lelang mengalami tren peningkatan setiap bulan, tercatat sebanyak 7.063 peminat dan sekitar 30% di antaranya tertarik menggunakan KPR untuk melunasi rumah hasil lelang tersebut,” kata Direktur Bank BTN, Nixon LP Napitupulu saat soft launching KPR Lelang di Bogor, belum lama ini.

Nixon menjelaskan, sejak diluncurkan pada bulan 9 Februari 2018, situs khusus rumah lelang Bank BTN yaitu www.rumahmurahbtn.co.id mengalami peningkatan pengunjung.

“Tercatat, total aset yang terjual lewat lelang tersebut mencapai 986 unit dengan nilai Rp216 miliar per 10 Desember 2018,” katanya.

Nixon menuturkan, data jumlah aset yang dilelang hingga pekan ini mencapai 12.424 unit dengan total nilai agunan mencapai Rp1,7 trilliun dengan jumlah pengunjung laman mencapai 1,4 juta pengunjung. Sementara, sekitar 7.000 pengunjung diantaranya menyatakan berminat mengikuti lelang.

Sementara itu, imbuhnya, rumah yang paling diminati adalah yang harganya berkisar Rp100 juta – Rp300 jutaan dengan lokasi favorit di Bekasi, Depok, Serpong, Semarang, Purwakarta, Jambi, Balikpapan, dan Makassar.

“Setelah kami data, mereka sangat membutuhkan KPR untuk membiayainya sehingga kami menyiapkan satu produk baru yang diharapkan dapat menjawab permintaan pasar tersebut,” kata Nixon.

PROSEDUR

Untuk mendapatkan KPR Lelang, ada sejumlah prosedur yang harus dilewati nasabah. Pertama, mengikuti proses lelang ketika sudah menemukan properti yang diminati di situs www.rumahmurahbtn.co.id. Kedua, melakukan survei rumah lelang dengan menginformasikannya kepada petugas Kantor Cabang BTN terdekat.

Ketiga, membuat akun di portal Ditjen Kekayaan Negara di www.lelang.go.id. Keempat, nasabah memberikan setoran uang jaminan sebesar 20% dari harga limit yang ditentukan atau sesuai ketentuan DJKN terkait minimal penyetoran uang jaminan untuk dapat mengikuti lelang.

Kelima, nasabah kemudian bisa memproses KPR di Bank BTN sampai dengan proses Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit. Keenam, adalah mengikuti lelang di KPKNL dimana aset didaftarkan.

“Jika menang lelang, maka akad kredit bisa segera dilaksanakan sekitar sepekan kemudian, kalau kalah maka uang jaminan tadi dikembalikan ke nasabah,” kata Nixon.

POTENSI

Sementara itu, Budi Satria, Direktur Consumer Banking Bank BTN melihat potensi KPR Lelang akan makin besar ke depannya, karena jumlah peminat rumah lelang BTN yang makin tinggi.

KPR Lelang tersebut, menurut Budi, sama dengan KPR biasa pada umumnya. Hal yang membedakan adalah jenis agunannya adalah rumah hasil lelang Bank BTN.

Sementara itu, uang mukanya diperhitungkan menggunakan uang jaminan yang disetor saat nasabah mengikuti proses lelang. Adapun Ketentuan KPR Lelang sama dengan KPR secondhand atau pemilikan rumah second (bukan dari developer).

“Jadi bunga pinjaman dapat diberikan suku bunga promo yang berlaku saat itu sesuai dengan kriteria debitur (suku bunga promo saat ini 8,25% fixed dua tahun dan fixed tiga tahun). Tenor terpanjang untuk KPR sampai dengan 25 Tahun sedangkan KPA sampai dengan 15 tahun,” urai Budi Satria.

Target dari KPR lelang, menurut Budi maupun Nixon adalah mengurangi aset mangkrak menjadi aset bernilai, serta memperbaiki NPL atau Non Performing Loan Bank BTN dan rumah lelang bisa dijadikan investasi yang baik karena harga properti cenderung meningkat.

“Kami berharap dengan KPR lelang, makin banyak peminat rumah lelang Bank BTN, NPL berkurang, penyaluran KPR meningkat,” tutup Nixon.