Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono saat meninjau Tol Solo - Ngawi. (Foto: PUPR)
Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono saat meninjau Tol Solo – Ngawi. (Foto: PUPR)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Proyek jalan Tol Solo – Ngawi ditargetkan Lebaran 2017 sudah bisa dioperasionalkan. Penyelesaian pembangunan jalan tol sepanjang 90,25 KM terus diakselerasi.

Kendati demikian, sebelumnya diprediksi baru beroperasi penuh paling lambat awal 2018, tapi ruas tol ini ditargetkan sudah dapat fungsional dilalui pemudik pada Lebaran Juni 2017 mendatang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ketika melihat langsung pembangunan jalan tol tersebut, terlihat menyusuri ruas tol mulai dari Kartosuro hingga Ngawi.

Dalam kesempatan itu, Menteri Basuki juga terlihat berhenti disejumlah dan turun untuk melihat kualitas pekerjaan, mendengarkan penjelasan dari pelaksana proyek dan memberikan arahan terkait kendala yang dihadapi.

Peninjauan itu, terlihat ikut rombongan yaitu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumberdaya Air Hari Suprayogi, Direktur Utama PT. Solo Ngawi Jaya (SNJ) David Wijayanto dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

“Ini kunjungan saya yang kelima untuk mengecek progres pembangunan jalan tol Solo – Ngawi. Ditargetkan bisa dilalui pemudik dari Kartosuro-Ngawi untuk menghindari kemacetan di sekitar Kota Solo yang padat. Nanti bulan Mei 2017, akan kami cek lagi progresnya” jelas Menteri Basuki.

Selain itu, masih dikatakan Basuki, dengan turun ke lapangan, berbagai masalah yang dikemukakan dapat dicarikan solusinya yang tepat dan cepat, serta tetap berpegang pada peraturan dan prosedur yang berlaku.

Seperti yang dilakukan Menteri Basuki menghubungi via telepon Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk meminta ijin agar konstruksi jalan tol tetap bisa dilaksanakan secara paralel melalui proses administrasi pembebasan lahan milik kedua lembaga Pemerintah tersebut.

Tol Solo-Ngawi merupakan jalan tol yang strategis bagian Tol Trans Jawa ditargetkan tersambung pada tahun 2018 mendatang. Oleh sebab itu, Pemerintah memberikan dukungan penuh, bukan hanya dalam pembebasan lahan tapi juga konstruksinya pada ruas Colomadu – Karanganyar sepanjang 20,9 KM.

Pada ruas ini, progres pembebasan tanah pada jalan utama per 20 Februari 2017 sudah 100 persen dengan progres konstruksi 97,21 persen. Sedangkan PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) bertanggung jawab untuk membangun ruas tol mulai dari Karanganyar sampai Ngawi sepanjang 70,30 KM yang terbagi menjadi dua paket.

Paket 1 dari Karanganyar-Mantingan dengan panjang 35,15 Km dengan progres lahan 91,7% dan konstruksi 73%. Kemudian untuk paket 2 Mantingan-Ngawi sepanjang 35,15 KM, progres lahannya saat ini sebesar 92,4% dan konstruksi 48,8%.

Pada paket 1, lahan yang belum bebas berada pada lokasi pembangunan 30 overpass yang akan dibangun. Sementara untuk paket 2, konstruksi terkendala lahan yang belum bebas yang tersebar di beberapa titik,” kata Direktur Utama PT SNJ David Wijayanto.