Presiden Jokowi saat meninjau proyek Tol Desari. (Foto: istimewa)

 

DEPOK, INAPEX.co.id – Tol Desari masih terganjal, ternyata begini penjelasannya. Seperti diketahui, proyek pembangunan Tol Depok-Antasari atau sering dikenal dengan Tol Desari harus segera diwujudkan.

Rencananya, pengembangan proyek Tol Desari akan terbentang sepanjang 12 kilometer. Tol tersebut membentang dari Cilandak Timur, Jakarta Selatan, hingga Sawangan, Depok.

Proyek tersebut merupakan pengembangan tahap pertama. Sedangkan, tahap kedua, pembangunan tol bakal dibangun mulai dari Sawangan hingga Bojong Gede, Bogor.

Direktur Utama PT Citra Waspphutowa, Tri Agus Riyanto menjelaskan tentang proyek tersebut. “Ini ujungnya di Bojong Gede. Ada rencana juga sampai Dramaga,” ujar Agus, belum lama ini.

Ia pun menambahkan jika Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sedang mengkaji rencana proyek Tol tersebut. Menurutnya, nantinya akan dikaji ulang dan mendapatkan hasil yang baik. Tol ini akan menghubungkan tiga kota sekaligus, yaitu Jakarta, Depok, dan Bogor.

Berbeda dengan tahap pertama, tahap kedua proyek Tol Desari didesain sepanjang 9 kilometer. Pembangunannya meliputi Rangkapan Jaya Baru, Cipayung, Cipayung Jaya, Pabuaran dan Susukan. Total lahan yang diperlukan seluas 71 hektar.

Jika tol Desari tahap kedua disambung sampai Bojong Gede, tentu panjang tol ini akan mencapai sekitar 21 kilometer. Proyek yang bagus untuk menyanggah kota di daerah penyangga kota Jakarta. Tol Desari sendiri nantinya akan terkoneksi Jakarta Outer Ring Road (JORR) II dengan titik temu di Krukut.

Sementara jika sampai Dramaga, panjangnya diperkirakan bertambah 10 kilometer lagi. “Beban JORR I sudah crowded sekali. Sudah saatnya JORR II tersambung. Kalau tol ini selesai, bisa jadi alternatif,” kata Agus.

Seperti diketahui, PT Citra Waspphutowa sendiri merupakan perusahaan konsorsium yang terdiri dari empat pemegang saham. Pemegang saham itu terdiri dari, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan perumahan (Persero) Tbk.

Masing-masing perusahaan memiliki tugasnya. Misalnya saja PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebagai operator jalan tol swasta nasional terbesar mempunyai porsi saham sebesar 62,5 persen. Sedangkan, PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan perumahan (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan saham masing-masing 12,5 persen.