TNI dan Menteri PUPR Rapat Koordinasi Pembangunan Desa
Rapat Koordinasi Pembangunan Desa (Foto: lahatkab)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 Tahun Anggaran 2017 diadakan di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Kamis (9/3).

Rakornis TMMD ke-98 mengusung tema “Dengan Semangat Kemanunggalan, Kita Tingkatkan Sinergitas Lintas Komponen Bangsa Dalam Rangka Membangun Daerah dan Desa untuk Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Rakornis dibuka oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono.

“TMMD mulai tahun ini akan dilaksanakan 3 kali setahun. Dulu 2 kali setahun, yang dulu 21 hari sekarang 30 hari,” papar Mulyono.

Bertambahnya waktu pelaksanaan TMMD ini, tambah dia, bertolak dari banyaknya keinginan desa untuk meningkatkan pembangunan di daerahnya.

Berlangsungnya TMMD 3 kali dalam setahun, diharapkan desa yang memerlukan sarana dan prasarana dapat dipenuhi.

Sasaran fisik dan non-fisik juga dilaksanakan agar memberikan manfaat untuk mendukung masyarakat lebih bersemangat melakukan gotong royong membantu kesulitan masyarakat.

“Terutama di desa terpencil pinggiran terluar dan untuk mendukung nawacita,” jelas Mulyono.

TMMD ini adalah program terpadu lintas sektor antara TNI dengan Kementerian atau Lembaga pemerintah maupun non-pemerintah yang dilakukan bersama masyarakat.

Tujuannya untuk meningkatkan akselerasi pembangunan pedesaan terutama di kawasan tertinggal, perbatasan, terisolasi, kawasan kumuh perkotaan, serta daerah rawan bencana.

Selain dengan Kementerian PUPR, program TMMD juga menggandeng Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Pemerintah Daerah/Pemerintah Kabupaten/Kota.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Kepolisian Daerah Jawa Tengah bersama Kodam IV Diponegoro membangun kompleks perumahan murah khusus anggotanya.

Rumah murah bernama Perum Kartika Bhayangkara Residence yang diperuntukan bagi dua institusi ini dibangun di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Peletakan batu pertama telah dilaksanakan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono, Kasdam IV Brigjen Joni Supriyanto dan Bupati Rembang Abdul Hafidz.

 

TMMD ini adalah program terpadu lintas sektor antara TNI dengan Kementerian atau Lembaga pemerintah maupun non-pemerintah yang dilakukan bersama masyarakat.

 

“Satu rumah diisi dengan fasilitas cukup lengkap. Ini khusus untuk anggota TNI dan Polri. Harga per unitnya Rp.135 juta,” papar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djarod Padakova.

Luas tanah per unit 101 meter persegi. Meski harganya murah, Djarot mengakui bahwa bahan bangunan yang digunakan tetap berkualitas.

Pembangunan Perum Kartika Bhayangkara Residence tahap pertama sekitar 163 unit, dari rencana berjumlah 300 unit.

Tidak hanya untuk anggota TNI/Polri, nantinya juga akan dibangun rumah murah bagi masyarakat Rembang.

“Kapolda dan Kasdam sangat mengaprisiasi inisiatif Kapolres Rembang dan Dandim yang didukung Forkompinda. Dengan ini, sinergitas TNI-Polri dan masyarakat tidak terjadi dalam tugas kedinasan saja, tapi dalam keseharian dalam satu perumahan,” jelas Djarod.