TKI Madiun Kembangkan Perumahan Murah Rp.132 Juta
Madiun (Foto: madiunkab)

MADIUN, INAPEX.co.id, – Sekelompok mantan buruh migran atau TKI yang tergabung dalam lembaga bernama Peduli Buruh Migran (PBM) Madiun tengah membuat perumahan murah yang diperuntukkan bagi TKI atau mantan TKI.

Fasilitas kredit rumah tersebut dilatarbelakangi banyak TKI maupun mantan TKI yang pulang ke Indonesia tanpa membawa hasil.

Koordinator Nasional PBM Lily Koesnadi menjelaskan bahwa dari hasil riset yang dia lakukan, biasanya penghasilan TKI yang bekerja di luar negeri habis guna memenuhi gaya hidup yang konsumtif.

Riset tersebut dilakukan terhadap beberapa TKI di Taiwan, Korea, Jepang, dan Hongkong.

“Penghasilan mereka habis untuk hidup konsumtif dan gaya hidup yang mewah,” jelas Lily kepada pers di Madiun, Senin (19/12).

Kondisi tersebut, memotivasi Lily dan rekan-rekan sesama aktivis buruh migran di PBM untuk merancang perumahan khusus untuk para TKI dan eks TKI.

Rencananya, perumahan tersebut akan dibangun di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Tahap pertama akan dibangun sekitar 71 unit dengan tipe 36. Rumah ini dijual dengan harga Rp.132 juta, dengan uang muka terrendah Rp.2,5 juta. Pembelian rumah bisa diangsur hingga 20 tahun.

Lily menegaskan kembali, orang yang boleh mengajukan pengambilan rumah, hanya TKI atau mantan TKI. Oleh sebab itu, mesti dibuktikan dengan paspor dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri.

“Kalau dia mantan TKI maka harus memenuhi persyaratan perbankan, dan punya penghasilan tetap,” tambahnya.

Lily mengklaim, hingga sekarang ini sudah ada 41 TKI yang memesan rumah walau pembangunan belum dimulai.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan perumahan khusus ini terinspirasi dari program sejuta rumah yang digagas Presiden Joko Widodo.

Maka dari itu, Kabupaten Madiun jadi proyek percontohan pembangunan rumah khusus bagi TKI dan eks TKI.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Kesepakatan kedua BUMN tersebut didasari jumlah 80 stasiun yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), yang membuat kereta api listrik (KRL) sebagai salah satu moda transportasi andalan masyarakat yang bermukim di kawasan sekitar.

“Konsep TOD memudahkan mobilisasi masyarakat. Pemukiman ini akan memanfaatkan lahan yang tidak terpakai di sekitar stasiun kereta api,” papar Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo, di Jakarta, Senin (19/12).

(kps)