Pasar Properti Masih Lemah, Rumah Subsidi Terus Diminati
Tips Aman Saat Ingin Beli Rumah Baru. (Foto: dok.inapex)

INAPEX.co.id, – Beli rumah melalui developer tentu Anda dijamin aman dan bebas kendala.

Namun, terkadang ada oknum nakal yang berpura-pura memiliki proyek rumah dan mengincar orang-orang yang sangat membutuhkannya.

Bagaimanapun juga membeli rumah memakan banyak uang, hingga Anda mesti melakukannya dengan hati-hati.

Oleh sebab itu, sebaiknya pahami dengan baik proses dan ketentuan saat membeli rumah melalui developer. Berikut langkah-langkahnya:

Teliti reputasi developer

Salah satu cara gampang untuk menilai reputasi developer baik atau buruk ialah dengan memeriksa kelengkapan ijin milik developer, diantaranya:

  • Ijin Peruntukan Tanah: Aspek Penatagunaan Lahan, Ijin Lokasi, Site Plan yang sudah disahkan, nomor sertifikat tanah, SIPPT (Surat Ijin Penunjukkan Penggunaan Tanah), surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), surat Ijin Penggunaan Bangunan (IPB),
  • Prasarana yang telah tersedia,
  • Kondisi tanah siap bangun,
  • Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer, dan
  • IMB Induk

Bank Akan Evaluasi Kemampuan Finansial

Perlu diketahui bahwa tak ada jaminan bahwa bank sudah pasti menyetujui pengajuan KPR Anda meski pengembang sudah bekerjasama dengan bank tersebut. Hal tersebut dikarenakan, bank mengevaluasi kemampuan finansial Anda selaku pembeli untuk melunasi cicilan.

Apabila belum ada keputusan dari bank, sebaiknya jangan membayar DP lebih dulu. Masalahnya apabila ternyata KPR tak disetujui maka Anda mesti meminta kembali DP yang telah dibayar dan hal tersebut tentu tidak mudah serta ada potongan-potongan yang tidak bisa dihindari.

Risiko dari unit rumah yang dijanjikan

  • Rumah tak kunjung jadi meski pembayaran telah lunas. Ini risiko terbesar walaupun cukup jarang terjadi. Untuk menghindarinya, satu-satunya cara hanya memilih developer dengan reputasinya baik.
  • Rumah jadi tetapi terlambat dari jangka waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian. Ini risiko yang paling sering terjadi. Pastikan terdapat klausul dalam perjanjian yang mengatur denda bila developer terlambat menyerahkan rumah.
  • Rumah jadi dengan spesifikasi yang tak sesuai standar, bahkan Developer pada umumnya memberikan masa retensi selama 3 bulan setelah serah terima kunci dilakukan.

Selama masa retensi tersebut jika ada kerusakan terkait bangunan dan kondisi rumah masih jadi tanggung jawab pihak developer. Pastikan seluruhnya tertulis di perjanjian.

Mengingat beberapa risiko ini, Anda selaku pembeli mesti mempelajari kewajiban pengembang yang pada umumnya sudah diatur secara jelas dalam perjanjian jual beli guna menghindari terjadinya wanprestasi.

Maka dari itu, sebelum menandatangani berita acara serah terima rumah, periksa dengan teliti bahwa rumah tersebut diterima sesuai dengan apa yang diatur dalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB).

(rmh)