Presiden RI Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri prosesi Babat Alas Nawung Krida. (Foto: setkab)
Presiden RI Jokowi Groundbreaking Bandar Udara Internasional di Kulonprogo, Yogyakarta. (Foto: setkab)

 

YOGYAKARTA, INAPEX.co.id, – Tim analis diminta segera selesaikan analisis dampak lingkungan (Amdal), terkait rencana pembangunan Bandar Udara Internasional baru Yogyakarta.

Hal tersebut ditegaskan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika menghadiri prosesi babat alas Nawung Krida di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.

“Kita lihat proses awal dari Babat Alas Nawung Krida yang kita harapkan dari 587 hektar lahan yang telah tersedia ini segera diproses, amdalnya segera diselesaikan, konstruksinya juga bisa segera di mulai,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), belum lama ini.

Hal senada juga dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, diprediksikan pertengahan 2019, bandara yang diproyeksikan sebagai pengganti Bandara Adisucipto, Yogyakarta, itu sudah bisa digunakan.

Nantinya, pada tahapan pertama, kapasitas bandara ini bisa menampung kira-kira 14 juta. Selanjutnya, pada tahapan kedua, Bandar Udara internasional Yogyakarta ini akan bisa menampung 20 juta penumpang.

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden RI Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri prosesi Babat Alas Nawung Krida (membuka, membersihkan, merapikan, menata lahan, serta peletakan batu pertama) pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Presiden langsung melihat laporan proyek pembangunan bandara didampingi Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Direktur Utama Angkasa Pura 1 Danang S. Baskoro.

Presiden Jokowi mengatakan pembangunan bandara baru di Kulonprogo itu sudah direncanakan kurang lebih 6-7 tahun silam. “Tidak segera terlaksana, karena itu mundar-mundurmundur-mundar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pada saat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan kepadanya untuk membangun bandara baru lebih representatif, dibandingkan Bandara Adisucipto yang terletak di Sleman, Presiden Jokowi mengaku langsung meminta agar rencana itu segera disampaikan, dan segera dimulai bersama-sama.

“Setiap pekerjaan apapun, setiap keputusan apapun pasti ada risikonya. Oleh sebab itu, kalau tidak diputus-putuskan saat itu mundar-mundur, mundur-mundar, mundar mundur enggak akan selesai-selesai sampai kapanpun,” kata Presiden.

Presiden Jokowi memutuskan bahwa hari ini dimulai pembangunan bandara di Kulonprogo itu. “Tapi hari ini bukan groundbreaking, ini bukan groundbreaking, hari ini Babat Alas Nawung Krida,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan melihat sabda leluhur yang ia baca di depan saat briefing, memang mereka sudah melihat bahwa akan ada bandara besar di Kulonprogo.”Betul-betul akan menjadi mercusuarnya dunia, bukan hanya Indonesia,” ujarnya.