Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Sedikitnya ada tiga proyek yang digarap PT Ciputra Development Tbk (CTRA) ditahun 2019 berpotensi mencapai target penjualan hingga Rp 750 miliar. Ketiga proyek itu merupakan hunian berlokasi di Puri, Jakarta Barat, seluas 18,2 hektar, apartemen di Ciracas, Jakarta Timur, dan perumahan di Sentul, Bogor.

Untuk proyek perumahan di Puri, CTRA per unitnya dibandrol Rp 900 juta sampai Rp 2 miliar per unit. CTRA berharap mampu meraup penjualan Rp 300 miliar dari proyek ini. Kemudian, apartemen di Ciracas yang dikembangkan diatas lahan seluas 7 hektar.

Harga jualnya dipatok antara Rp 320 juta sampai Rp 800 juta per unit. Angka penjualan yang ditargetkan dari proyek ini senilai Rp 250 miliar. Berikutnya, proyek perumahan skala kota di Sentul, Bogor.

Tahap pertama yang dibangun seluas 38 hektar dari total luas lahan 1.000 hektar. Harga per unit sekitar Rp 600 juta hingga Rp 1,6 miliar, dan diharapkan perusahaan bisa meraih total niali penjualan sebesar Rp 200 miliar.

“Disebut unggulan karena itu proyek baru pada tahun ini. Jadi dua proyek rumah tapak dan satu apartemen. Sekarang lagi persiapan, rencana launching semester kedua atau kuartal keempat 2019,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso.

Menurutnya, pengembangan ketiga proyek itu merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai target total penjualan tahun 2019 sejumlah Rp 6,1 triliun.

Sementara itu, untuk belanja modal tahun ini, Ciputra mengalokasikan Rp 1,2 triliun yang akan digunakan untuk tiga proyek pusat perbelanjaan baru.

Dua di antaranya berada di Surabaya, sedangkan satu proyek lagi di Tangerang. Saat ditanya tentang optimisme menghadapi tahun politik ini, Tulus mengharapkan Pemilihan Presiden 2019 berjalan aman dan lancar.

Tulus mengaku akan menunggu perkembangan kondisi politik Tanah Air setelah Pilpres nanti untuk menerapkan strategi bisnis. “Kami masih wait and see, nanti lihat perkembangannya dulu,” pungkasnya.

Terlepas itu, berkaitan dengan rencana kenaikan harga baru rumah subsidi Tahun 2019, hingga saat ini masih menunggu restu dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah mengajukan harga rumah subsidi 2019 tersebut kepada Kemenkeu.

Harga rumah ini berkaitan dengan Kemenkeu karena berkait dengan pajak. Pajak yang dimaksud yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Tentang harga 2019, disampaikan itu bolanya Kementerian Keuangan sebetulnya yang ditunggu ketetapan pajak, bebas pajak. Tentang usulan harga sudah dikeluarkan, yang bebas pajak sampai seberapa. Tidak mungkin nanti kita mengeluarkan sepihak tapi kemudian pajaknya tidak mengikuti,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Heripoerwanto di Kementerian PUPR Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, kendati belum ada harga baru tidak masalah bagi pengembang. Pasalnya, harga rumah yang berlaku sekarang ini merupakan harga tahun 2018 sudah harga maksimal.

“Harga yang dikeluarkan sejak dulu sampai sekarang adalah harga maksimum, jadi kalau pengembangan memproduksi rumah dengan harga 2017-2018, nggak ada masalah,” jelasnya.

Eko menambahkan, harga rumah subsidi 2019 ini paling lambat keluar April. Dirinya tak ingin berandai-andai jika belum ada keputusan harga sampai dengan April nanti.

“Tentu begini, intinya sudah ada surat yang dikeluarkan bahwa harga yang berlaku adalah harga maksimum 2018 kira-kira seperti itu. Kita tidak berandai andai kalau itu bisa terlaksana atau tidak,” pungkasnya.