Jangan di Klik! Ini Khusus Pencari Rumah Murah di Serpong
Pencari Rumah Murah di Serpong (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Persediaan hunian dengan harga murah di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, semakin beragam. Tidak hanya apartemen di sekitar proyek kota baru dengan harga Rp.300 – Rp.500 jutaan, ada beberapa perumahan yang memasarkan harga sama.

Salah satunya Serpong Natura, Pengasinan, Gunung Sindur, hanya 10 menit dari Taman Tekno BSD. Perumahan seluas 205 hektar yang dikembangkan PT Serpong Karya Cemerlang (Grup Sentul City) menawarkan tipe 27/60 dengan harga Rp.550 juta (tunai) di cluster Primer Fidelia.

 Cluster ke-7 ini memiliki luas lebih 2 hektar ini akan diluncurkan 23 April 2017 menawarkan 275 unit rumah. Terdapat tiga pilihan, tipe 27/60, tipe 36/72 dan 55/60 dengan harga mulai Rp.691 juta hingga Rp.831 juta.

“Di cluster baru ini kavelingnya diperkecil agar harganya terjangkau pasangan keluarga muda yang baru memiliki satu atau dua anak,“ papar General Manager PT Serpong Karya Cemerlang, Ferry Markus kepada pers, di Serpong, Jumat (24/3).

Tidak hanya tunai keras, konsumen bisa membeli tunai bertahap 24x atau KPR dengan DP 10 persen diangsur dua kali. Tipe 27/60 dan 36/72 bila dibeli dengan KPR harganya Rp.674 juta dan Rp.836 juta.

Di dalam perumahan nantinya akan dilengkapi beragam fasilitas, seperti sekolah, pasar modern, club house, pusat bisnis, ruko, rumah sakit, dan kuliner. Fasilitas lebih lengkapnya juga tersedia di BSD City.

Lokasinya mudah diakses dari Jakarta dengan kereta Stasiun Rawabuntu, bahkan kendaraan pribadi menuju gerbang tol Serpong hanya 15 menit.

Terlepas itu, pada kesempatan berbeda, pemerintah sudah menyediakan 12,7 juta hektar lahan untuk dibagikan kepada masyarakat kecil. Program ini kelak akan dibagikan kepada kelompok masyarakat yang memerlukan.

“Terkait program perhutanan sosial saya ingatkan kembali saat ini setidaknya terdapat 12,7 juta hektar yang menjadi target program perhutanan sosial, termasuk di dalamnya hutan desa dan hutan adat,” jelas Presiden Joko Widodo, di Jakarta, baru-baru ini.

Hal ini juga sudah dibahas oleh Presiden Jokowi bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Masyarakat pun menyambut baik program tersebut.

“Tadi pagi saya sudah juga bertemu dengan AMAN, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dan kita tahu pemerintah telah memberikan pengakuan resmi atas hutan adat yang sudah kita mulai pada bulan Desember yang lalu,” katanya.

Program ini akan terus dikembangkan oleh Presiden Joko Widodo. Diharapkan,mampu memberi dampak pada penurunan angka kemiskinan di Indonesia.

“Ini akan terus di kerjakan dan jumlah area yang telah berhasil diverifikasi juga meningkat secara signifikan dan kita ingin ini betul-betul menjadi fokus pekerjaan kita agar betul-betul yang namanya redistribusi aset, reforma agraria betul-betul bisa kita selesaikan,” tutupnya.