Ilustrasi: Shutterstock.

 

TIONGKOK, INAPEX.co.id – Ternyata Negara Tiongkok, menjadi pembeli properti terbanyak di Australia. Fakta ini merupakan sejarah kali pertama, Negara ini salip Indonesia, yang kini berada di posisi kedua.

Setelah mengalahkan Indonesia yang kini sebagai investor berada diposisi urutan kedua. Setidaknya investor dari Negeri Panda tersebut, sudah merogoh kocek hinggaratusan triliun.

Berdasarkan hitungan Juwai.com, situs properti asal Tiongkok investor dari Tiongkok, mengunakan data Dewan Foreign Investment Review Board (FIRB) Australia, investor dari Negeri Tirai Bambu telah menghabiskan sekitar Rp 240 triliun untuk memiliki properti di Australia per 2016.

Terjadi kenaikan sekitar 30 persen dari tahun lalu. Adapun jumlah investasi Tiongkok di sektor properti di seluruh dunia mencapai Rp 1.000 triliun. Rata-rata investor mengeluarkan uang hingga Rp 5 triliun per pekan.

Sementara data Credit Suisse menyebut, pembelian properti oleh asing di Australia selama Oktober 2016 sampai Januari 2017 mencapai 1.500 unit. Dari angka itu, sekitar 80 persen merupakan pembeli asal Tiongkok.

Di bawah Tiongkok, ada Indonesia sebagai penyumbang terbesar kedua, dengan angka sekitar 1,7 persen. Ini menunjukkan minat kepemilikan properti warga Tiongkok di Australia semakin tinggi.

“Melihat ekonomi Tiongkok saat ini, tidak lah mengherankan jika mereka merupakan investasi asing terbesar untuk properti di Australia,” kata Iwan Sunito, pengusaha properti asal Indonesia di Australia.

CEO dari Crown Group ini membenarkan, disetiap proyek yang dibangun selalu permintaan dari Tiongkok menjadi yang pertama. Diikuti oleh investor dari Indonesia. “Investor asing asal Tiongkok tetap kuat, disusul oleh Indonesia,” kata Iwan Sunito.

Menurut Tionghoa kelahiran Surabaya ini ketertarikan investor Asia pada properti Australia, karena keseimbangan antara lokal dan asing. Ini menjadi elemen penting bagi kestabilan industri properti di Negeri Kanguru.

Secara terpisah Indonesia jadi surga investasi bagi Negeri Tiongkok tersebut. Para investor dari memandang Indonesia sebagai negara dengan potensi terbesar. Tak segan, mereka menyebut negeri ini sebagai surga baru untuk investasi di luar negeri.

Banyak peluang yang membuat Indonesia cukup memikat bagi para investor asal Tiongkok. Mulai dari ketersediaan tenaga kerja, pasar, bahan baku, hingga regulasi yang semakin memudahkan para investor.

Yang Qingyun, General Manager Shandong Water Conservancy Construction International Engineering Group Co. Ltd, misalnya, melihat banyak pengusaha dari Tipongkok ingin menanamkan uang di Indonesia. “Orang Indonesia itu sangat ramah, dan pasarnya miliki potensi luar biasa,” katanya, seperti dilansir IndoChinatown, Rabu (12/7/2017).

Ia menambahkan, pihaknya kini masih memantau daerah dan mitra yang layak untuk diajak mengembangkan pengolahan air bersih di Indonesia.  “Kami berkeinginan investasi di Indonesia. Sekarang masih dalam tahap cari kesempatan,” kata Yang Qingyun.

Senada dengan Yang, CEO Zhengzhou Demeter New Energy Technolocy Chen Zemin, melihat situasi di Indonesia membuat investor dari negaranya betah melakukan bisnis.

Pemerintah Indonesia sendiri, sedang berusaha terus menarik investor Tiongkok, terutama untuk ikut menanamkan modalnya di tiga wilayah prioritas. Di antaranya, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara.