Syarif Burhanuddin tengah. (Foto: dok.inapex)
Syarif Burhanudin tengah (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Ternyata ini rahasia pemerintah bikin rumah murah yaitu dengan mengumpulkan data terkait pembangunan dari kementerian maupun lembaga serta perusahaan yang ikut melakukan pembangunan hunian layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Itu baru data yang masuk ke kami (Ditjen Penyediaan Perumahan-red), mungkin dilapangan jumlah rumah yang dibangun bisa lebih banyak dari itu, kami akan terus kumpulkan datanya,” jelas Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin di Jakarta, Selasa (12/10).

Menurutnya data yang dimiliki pembangunan rumah yang termasuk dalam Program Satu Juta Rumah terbanyak yaitu di Jawa Barat kemudian disusul Banten. Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah tidak hanya menghitung pembangungan rumah bersubsidi saja.

Tapi, ditambahkan Syarif, juga pembangunan rumah menengah dan mewah dari para pengembang, pemerintah daerah, perusahaan via corporate sosial responsibility (CSR), lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya.

“Sampai saat ini, data pembangunan rumah yang dilakukan oleh LSM dan CSR perusahaan masih ada yang belum masuk. Kami berharap kerjasama dari para pengusaha untuk melaporkan hasil pembangunan rumah untuk masyarakat kepada kami,” ujarnya.

Meskipun hingga Oktober pembangunan rumah baru mencapai sekitar 40 persen dari target, Syarif berharap para pemangku kepentingan perumahan tetap bersemangat melaksanakan pembangunan rumah bagi masyarakat khususnya MBR.

“Kami tetap berharap pembangunan rumah bisa lebih baik pencapaiannya dari tahun lalu. Ya minimal hingga tiga bulan ke depan  bisa lebih dari 700.000 unit rumah terbangun,” katanya.

Sementara itu, Kementerian PUPR tetap  optimis tarhadap pembangunan rumah untuk MBR yang terbukti saat ini mencapai 415.000 unit per Oktober 2016.

“Capaian Program Satu Juta Rumah sampai Oktober tahun ini telah terbangun sebanyak 415.000 unit rumah dan kami optimis pencapaian tahun ini bisa melebihi tahun lalu,” ujar Syarif.

Lebih lanjut Syarif mengatakan, realisasi 415.000 unit rumah tersebut merupakan pembangunan rumah untuk (MBR) sebanyak 316.000 rumah dan sisanya untuk non MBR.