Lysa Staf Pemasaran Apartemen El Centro. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ternyata peminat hunian vertikal atau apartemen hanya mencapai 25% dibandingkan dengan pencari rumah tapak yang lebih tinggi yaitu sebesar 89%. Fakta ini terlihat di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017.

Bahkan tingginya intensitas pencari rumah tersebut rata-rata dimanfaatkan sebagai hunian sendiri. Hasil penelusuran INAPEX.co.id dari jumlah pengunjung pameran periode Februari 2017 menyebutkan selebihnya yaitu pencari Ruko 5%, dan peminat kondotel serta villa mencapai 5%.

“Presentasi tersebut diakumulasi dari total pengunjung pameran yang terdiri dari kategori pria 64% dan wanita 36%,” jelas Public Relation PT. Adhouse Indonesia Cipta (AIC) Aldy Pratama S.Ikom, di Jakarta, Senin (8/5).

Kemudian, Aldy merincikan, peningkatan angka pencari rumah dari total pengunjung pameran properti tersebut yaitu dengan harga bekisar Rp.100 juta – Rp.300 juta mencapai 38%, pencari rumah harga Rp.300 juta – Rp.600 juta mencapai 32%, dan pencari rumah mewah dengan harga Rp.600 juta hingga 1 miliar mencapai 19%.

Selain itu, presentase investor yang mencapai 11% diawal 2017 lebih membidik hunian dengan harga bekisar Rp. 1 miliar – 2 miliar tercatat 8%, Rp.2 miliar – 5 miliar 2% dan investasi properti dengan harga diatas Rp.5 miliar hanya mencapai 1%.

“Indonesia Properti Expo merupakan satu-satunya pameran properti yang menampilkan produk sangat bervariasi mulai rumah murah, apartemen, kondotel, pergudangan, perkantoran dan kawasan komersil yang berlokasi diberbagai kota besar,” tambah Aldy Pratama.

Dalam kesempatan itu, Aldy mengajak partisipasi seluruh developer untuk mendukung penyediaan rumah murah dan investasi serta mencapai omset besar di Indonesia Properti Expo yang akan kembali berlangsung pada Agustus 2017 mendatang di Jakarta Convetion Center (JCC) Senayan.

Sementara itu, beragam proyek apartemen terus menjamur disejumlah wilayah di Indonesia. Tak sedikit pengembang terus membuat konsep desain untuk hunian vertikal. Kemudian bagaimana melihat prospek bisnis properti tersebut? Benarkah jika dibandingkan rumah, apartemen dinilai jauh lebih menguntungkan?

Pengamat bisnis properti sekaligus sebagai pendiri portal berita investasi INAPEX.co.id Toerangga Putra mengaku, pengembangan apartemen mulai digandrungi oleh para developer serta melakukan inovasi baru disejumlah kota besar. Karena selain memiliki prospek bagus, fakta dipasar properti hunian vertikal ini mulai banyak diminati dikalangan menengah keatas.

Toerangga menambahkan, unit apartemen itu dibandrol mulai dari Rp.1,5 miliar hingga Rp. 3 miliar. “Untuk saat ini dengan budget tiga miliar, bagi konsumen yang ini beli rumah tapak di Jakarta mungkin baru dapat tanahnya saja, belum lagi nilai bangunannya,” kata Toerangga.

Lebih lanjut dikatakan Toerangga, mengapa pembeli apartemen mayoritas dari kalangan atas yang lebih memprioritaskan fasilitas dan lokasi strategis.

Alasan itu, masih dikatakan Toerangga, sangat lazim karena untuk bisa memiliki fasilitas itu di rumah tapak paling tidak harus mempunyai lahan minimal seluas 1000 meter persegi.

“Untuk perhitungan harga rumah seluas itu pasti sudah mencapai lebih dari tiga puluh miliaran, apalagi tergantung wilayahnya misalnya di Jakarta Barat. Perbandingan di apartemen bisa menyediakan tiga kolam renang sekaligus untuk penghuni dengan harga jauh lebih murah. Jadi menurut saya lebih menguntungkan beli dan tinggal di apartemen,” katanya.