Di Depok Masih Ada Rumah Tanpa DP dan Pajak
Perumahan Hanna Village (Foto: tanahjual)

DEPOK, INAPEX.co.id, – Membeli rumah biasanya menyediakan uang muka atau DP (down payment). Banyaknya uang muka sekitar 10-20 persen, bahkan ada yang hingga 30 persen.

Oleh sebab itu, konsumen mesti mempersiapkan dana lumayan besar agar dapat membeli rumah.

Nilainya yang cukup besar tersebut kerap jadi kendala konsumen untuk bisa memiliki rumah sendiri. Itu belum termasuk pajak yang nilainya juga banyak, meliputi PPN 10 persen dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) 5 persen.

Namun di Hanna Village masalah tersebut tidak akan ditemukan. Sebab, perumahan di Jl Curug, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, bisa dibeli dengan DP 0% dan bebas BPHTB. Hanna Village berupa mini realestat yang memasarkan 17 rumah.

Semuanya hunian dua lantai tipe 72 dengan kaveling 87 m2 – 128 m2. Tipe 72/87 dipatok Rp.1,09 miliar. Harga ini sudah termasuk PPN sehingga pembeli hanya menyediakan dana untuk biaya proses KPR.

“Rumahnya punya dua kamar di atas dan bawah, di lantai atas ada ruang duduk dekat balkon,” papar staf pemasaran Jamhur, Hanna Village kepada pers di Depok, belum lama ini.

Lokasi Hanna Village lumayan dekat dengan Pamulang, Tangerang Selatan dan mudah diakses dari Ciputat. Dari Pamulang melewati Jl Suryakencana-Jl Nawi Malik-Jl Raya Pondok Petir-Jl Raya Curug. Sedangkan dari Ciputat aksesnya Jl Ir Juanda-Jl RE Martadinata-Jl Raya Bojongsari-Jl Raya Curug.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Menurut Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat, sekarang ini PP Properti tengah menawarkan 14 proyek apartemen dengan harga mulai Rp.250 juta – Rp.1 miliaran.

“Tahun depan kami akan meluncurkan 5 proyek apartemen lagi di Surabaya, Bandung, Jabodetabek, dan Malang, semuanya proyek apartemen menengah,” tuturnya kepada pers di Jakarta.

Guna mewujudkan rencananya ini, Taufik mengatakan akan menyiapkan modal kerja (capital expenditure) sebesar Rp.1,5-Rp.2 triliun untuk tahun 2017. Capex tersebut tidak hanya untuk pengembangan apartemen, namun juga digunakan untuk pengembangan mal dan hotel selain untuk akuisisi lahan baru.

Optimisme juga dituturkan Taufik mengenai situasi bisnis properti pada tahun 2017 yang hanya menghitung hari. Hal tersebut disebabkan perolehan marketing sales yang kian mengalami kenaikan.

“Tahun depan kami menargetkan pertumbuhan mencapai 20-25 persen dengan fokus pengembangan kelas menengah mahasiswa dan pekerja. Selain itu kami juga akan mengembangkan 100 kamar hotel lagi untuk mengejar pendapatan berulang (recurring income) mencapai 20 persen hingga 5 tahun ke depan. Saat ini recurring income kami masih 10 persen,” imbuhnya.

(he)