Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ternyata banyak potensi pasar properti di Kota Bogor atau disebut sebagai kota hujan. Bahkan saat ini khususnya di kawasan Bogor dan Cibinong terlihat banyak kemajuan yang sangat pesat terutama disektor infrastruktur.

Akses ke Jakarta tak lagi sulit dan hanya butuh waktu tempuh ±30 menit saja. Tak heran, properti di kawasan ini terus jadi incaran.

Cibinong pun disebut sebagai lokasi hunian favorit di Jabodetabek, karena letaknya yang tidak sejauh Bogor dan dekat dari Depok. Sarana transportasi juga mudah diakses.

Fasilitas dan infrastruktur yang baik lantas memicu harga properti di kawasan ini bergerak naik. Hal ini didorong adanya sentimen positif seperti pembangunan proyek LRT (Light Rail Transit) yang sedang dikembangkan pemerintah.

“Ke depan, tren pasar properti Cibinong dipastikan akan melesat sejalan rampungnya beberapa proyek infrastruktur yang saat ini tengah dikerjakan. Pertumbuhan hunian di Cibinong banyak didukung faktor pendorong.

Sebut saja proyek Pemerintah untuk kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) tahap II untuk rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) jalur Cibubur-Bogor yang melalui Cibinong akan mulai di 2018 ini dan selesai pada 2020,” kata Pengamat Properti Panangian Simanungkalit.

Selain itu, ada pula Bogor Outer Ring Road (BORR), Bogor Inner Ring Road (BIRR), jalan Poros Tengah Timur (jalur Puncak Dua), serta jalur Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang akan berimbas juga bagi perkembangan Cibinong. Kawasan Cibinong diprediksi punya potensi baik.

Pengamat Properti lainnya, David Cornelis, mengungkapkan bahwa Cibinong sebagai kawasan yang berada di tengah koridor kota satelit Jakarta, punya prospek yang tereskalasi dengan baik dan positif dari sisi harga maupun potensinya.

“Sehingga kawasan ini akan terus jadi incaran para pengembang dalam membangun hunian,” ujar David.

Berbagai pengembang lokal maupun nasional sejatinya sudah bersinergi dalam memenuhi kebutuhan hunian di Cibinong.

Tanpa terkecuali, PT Adhi Persada Properti yang mengembangkan klaster The Anggana.

Wahyuni Sutantri selaku Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP) mengatakan pembangunan infrastruktur yang sedang dan sudah berjalan optimis Cibinong menjadi pilihan konsumen sepanjang koridor Jakarta – Bogor.

“Terlebih konsumen sekarang sangat cerdas dalam memilih properti. Mereka akan memilih properti yang memiliki akses transportasi serta infrastruktur yang baik,” katanya.

The Anggana dikembangkan di atas lahan seluas 8,35 hektare, dengan menghadirkan berbagai tipe yakni 36/84, 45/90, 54/105 dan 72/105.

“Dalam NUP tahap pertama, semua unit sudah sold out dengan harga perdana Rp665 juta. Ke depan, kami akan mulai memasarkan untuk tahap berikutnya,” jelas Tommy Fitrianto, Project Director The Anggana.

Ia menambahkan, “Kami akan melakukan pembangunan secara bertahap. Sejalan dengan pembagunan fisik rumah, kami juga membangun berbagai fasilitas yang ada. Sehingga pada saat pembeli akan menghuni rumahnya, fasilitas juga telah dibangun,” pungkasnya.