Ilustrasi diperagakan model. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi diperagakan model. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Terkadang untuk memaknai kegagalan perlu dikaji agar setiap langkah yang membuat pesimis akan menjadi pembelajaran yang bermanfaat.

Untuk terus maju saat sedang dalam kesulitan dan kegagalan memang sangatlah sulit. Namun itulah yang akan menjadikan sebagai pribadi yang unggul dan gigih.

Meski masih berusia muda jangan sungkan-sungkan beli rumah. Usia muda bukan halangan untuk beli rumah. Jika belum memiliki uang, ada dukungan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang bunganya rendah.

Tak hanya itu, bantuan penghitungan simulasi kredit oleh bank yang bekerja sama dengan pengembang. Apabila mengajukan KPR, sebelumnya harus memahami lebih dulu syarat dan isi perjanjian yang tertulis.

Jika tidak, bisa saja mengalami penolakan oleh pihak bank. Alasannya, surat-surat tidak lengkap sebelum mengajukan KPR, pasti ada ketentuan syarat administrasi yang harus dilengkapi.

Kurang satu syarat saja, pihak bank tidak akan menyetujui KPR-mu. Periksa lagi apakah sudah melampirkan KTP, Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan slip gaji.

Status Kepemilikan Rumah Pastikan rumah yang diajukan berstatus tidak ada sengketa, gadai, atau bersertifikat palsu. Jika tidak, KPR yang diajukan jadi sia-sia. Pihak bank ingin mengetahui asal-usul rumah yang akan dibeli dengan melengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), denah rumah, surat bukti pembayaran PBB, dan masih banyak lagi.

Kemudian, reputasi keuangan tak jelek, ini poin yang paling diselidiki oleh pihak bank sebelum nasabah mengajukan KPR.

Sebelum mengajukan, pastinya pihak bank akan mengusut sejarah keuangan calon konsumen properti. Apakah ada pinjaman di tempat lain dan tidak mampu bayar sehingga kamu terkena kredit macet. Lalu, penggunaan kartu kredit yang bermasalah bakal bikin kamu kesulitan mengajukan program KPR.