Mochamad Egi Margiyan, pemenang undian pengunjung Indonesia Property Expo 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ternyata begini alasan stop beli properti saat ini. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti sandang, pangan dan papan, harus dibarengi dengan tekat yang benar-benar kuat.

Apalagi ketika ingin mewujudkan agar bisa memiliki rumah sendiri, juga harus mempunya perencanaan dan persiapan diri mulai dari sekarang. Berangkat dari pepatah itu, saat yang tepat untuk menentukan kapan saatnya Anda harus membeli properti.

Bahkan pepatah ataupun filosofi tersebut juga dipercaya oleh kalangan calon konsumen yang ingin beli rumah murah. “Saya juga percaya inspirasi itu, karena mau tidak mau saya harus memiliki rumah sendiri,” ungkap Mochamad Egi Margiyan, pria asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sekaligus sebagai pemenang undian pengunjung (No.aa-1215123) berupa hadiah Sepeda Motor Honda Beat POP, di pameran Indonesia Property Expo 2017, di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut Mochamad Egi Margiyan mengakui, tentang alasan menunda membeli properti dan hanya akan memanfaatkan kesempatan yang lebih pasti di pameran Indonesia Property Expo pada Agustus 2017 mendatang.

“Alasan saya tidak mau membeli rumah sekarang ini karena waktunya belum tepat. Saya berencana akan beli rumah di Agustus nanti, karena selain banyak promo besar-besaran diacara pameran properti biasanya ada kebijakan khusus yang ditawarkan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” tambahnya saat ditemui INAPEX.co.id dikawasan Tebet, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Selain itu, menanggapi soal kegagalan saat mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) menurut Mochamad Egi Margiyan merupakan awal dari sebuah keberhasilan.

Kuncinya, jangan kapok (jera,-red) serta harus terus dicoba lagi dalam mengajukan KPR kepada pihak bank.
Sebaiknya juga harus dicari tahu penyebab ditolaknya pengajuan KPR, sehingga tak dikabulkan oleh bank.

Apabila merasa sudah memenuhi persyaratan dan ketentuan bank, tapi masih ditolak kemungkinan harus dievaluasi penyebab KPR ditolak.

1 – PERHITUNGAN

Perlu diperhatikan, bahwa pihak bank sudah menetapkan cicilan maksimal 35%-40% dari penghasilan bulanan. Jika Anda sudah berkeluarga, maka persentasenya dihitung dari pemasukan total suami dan istri. Nah, apakah cicilan yang Anda ajukan sudah sesuai dengan peraturan ini?

Tak hanya itu, kesalahan perhitungan juga mungkin terjadi pada pekerja freelance. Untuk pekerja freelance, bank akan meminta data pemasukan bulanan rutin dalam satu tahun.

Nantinya, cicilan maksimal tersebut kemudian akan dihitung sebesar 35%-40% dari pemasukan bulanan terkecil dalam rentang satu tahun.

Kendati rata-rata pemasukan Anda mencapai Rp7,5 Juta per bulan sebagai seorang pekerja freelance, namun jika dalam satu tahun itu pemasukan Anda ada yang hanya mencapai Rp4,7 Juta, maka persentasenya tetap dihitung dari Rp4,7 Juta.

2 – DOKUMEN

Selanjutnya, salah satu persyaratan agar pengajuan KPR berhasil yaitu dengan melampirkan sejumlah dokumen. Kebanyakan pemohon atau calon debitur masih menyepelekan persyaratan ini, seperti KTP, NPWP, surat keterangan menikah atau cerai, dan kartu keluarga.

Kondisi KTP yang sudah habis masa berlakunya juga akan membuat pihak bank berpikir ulang untuk menyetujui pengajuan KPR. Begitu juga dengan surat keterangan status perkawinan. Seandainya Anda sudah bercerai secara agama namun belum mengurus keterangan secara hukum, bank akan sulit menerima pengajuan cicilan Anda.

3 – USIA

Kegagalan pengajuan KPR karena batas usia kerap dialami oleh calon debitur yang akan memasuki masa pensiun. Bank menetapkan usia untuk mengajukan KPR adalah minimal 21 tahun atau sudah menikah.

Pada saat kredit berakhir, maksimal berusia 55 tahun atau disesuaikan dengan usia pensiun pada perusahaan untuk pegawai dan 60 tahun untuk profesional. Jadi, semakin mendekati usia pensiun, semakin pendek masa KPR dan semakin besar jumlah cicilan.

Bisa jadi, jumlah cicilan ini pada akhirnya melebihi batas kemampuan yang ditetapkan bank, yakni 40% dari total pemasukan per bulan.

4 – BANK

Anda mungkin telah memilih salah satu bank karena tergiur tawaran kredit yang rendah. Namun, belum tentu bank ini bekerja sama dengan pengembang perumahan yang menjual rumah idaman Anda.

Ada dua pilihan bagi Anda, mengganti rumah incaran dengan rumah yang disarankan bank, atau mengganti bank sesuai dengan yang bekerja sama dengan developer rumah idaman Anda.

5 – PERFORMA

Siapa sangka keberhasilan atau kegagalan pengajuan KPR Anda ditentukan dari performa Anda secara personal pada saat bertemu pihak bank.

Pihak bank lebih senang jika calon debitur berbicara sopan, jujur saat wawancara dan tidak berbelit-belit, dan penampilan yang rapi. Selain itu, yang terpenting adalah performa Anda sebagai calon debitur.

Jika Anda memiliki catatan kredit macet, seperti cicilan kendaraan, dan lain-lain, akan sangat sulit bagi Anda untuk mendapatkan cicilan dari bank. Ingat, semua data dan catatan cicilan Anda tercatat oleh Bank Indonesia dan bisa diakses oleh semua bank.