Oki Ramadhani, BOD Project The Sahid Asena Apartment. (Foto: dok.inapex)
Oki Ramadhani, BOD Project The Sahid Asena Apartment. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Dana repatriasi hasil tax amnesty dari luar negeri dinilai mampu menggairahkan lagi disektor property di Indonesia.

Apalagi ditambah gencarnya pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah akan semakin menambah optimis para pelaku bisnis property.

Apalagi, di tengah gencarnya pemerintah membangun akses transportasi dan infrastruktur jalan tol dinilai akan memberi nilai lebih bagi kepemilikan properti. Presiden Direktur Sahid Inti Dinamika Exacty Sukamdani Sryantoro mengatakan, repatriasi dana dari luar negeri melalui program amnesti pajak akan diinvestasikan kembali di Indonesia.

”Nah aset yang paling tepat itu ya melalui kepemilikan properti. Saya rasa ini peluang yang menarik sekali, apalagi pemerintah sedang membangun berbagai akses transportasi seperti MRT, LRT, maupun jalan tol sehingga sangat prospek untuk menambah aset,” ujar Oki Ramadhani, BOD Project The Sahid Asena Apartment & Garden, saat dihubungi INAPEX.co.id, di Jakarta, Jumat (7/10).

Lebih lanjut dikatakan, Oki Ramadhani, belanja di sektor properti melalui kepemilikan aset memanfaatkan dana repatriasi akan terlihat diawal tahun 2017. Alasan itu diyakini dalam proses setahun pemilik dana akan memilah dan mencari aset yang prospektif.

”Saya kira butuh proses setahun ya untuk pemilik dana dalam mencari aset yang tepat sebagai sumber investasi. Makanya, mumpung properti saat ini sedang banyak dibangun, kalangan developer melihat ini pertanda yang cukup baik ke depannya,” ungkap pemilik paras cantik ini.

Oleh sebab itu, PT Sahid Inti Dinamika juga tak kalah sigap dalam memanfaatkan peluang-peluang tersebut. Diantaranya, melalui dana repatriasi lebih meningkatkan lagi pembangunan disektor properti diberbagai tipe seperti apartemen dan kondotel.

Proyek-proyek tersebut tersebar di sejumlah kota seperti di Timika maupun di Bangka Belitung. Adapun di Yogyakarta, Sahid Inti Dinamika mengembangkan apartemen, mal maupun convention.

”Untuk Yogyakarta itu gabungan antara apartemen, mal dan convention. Totalnya ada 411 kamar. Sementara, kami juga melihat prospek di Indonesia Timur, tepatnya di Timika, dan Bangka. Dengan membangun kondotel. Mungkinakhirtahunbisaselesai semua,” ujar dia.

Sementara itu, PT Brantas Abipraya (Persero) ikut dalam proyek pembangunan proyek hunian vertikal The Sahid Asena Apartmen & Garden di Ciracas, Jakarta Timur tersebut mengunsung konsep apartemen ekslusif urban forest  diatas lahan seluas 1,2 hektar.

“Pekerjaan yang akan dilakukan Abipraya meliputi pekerjaan pondasi, struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, elektronik dan plumbing,” ujar Muhammad Basir Direktur PT Brantas Abipraya (Persero).

Menurutnya, sesuai motto Abipraya, Semangat Memberikan yang Terbaik, Brantas Abipraya optimis sanggup menyelesaikan proyek Apartemen 340 unit tersebut dengan masa waktu kerja 18 bulan kalender dan 6 bulan kalender pemeliharaan.