Warga Depok Antusias Membeli Apartemen Sebagai Tempat Tinggal
Warga Depok Antusias Membeli Apartemen (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tinggal menghitung hari, event Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017 segera hadir menawarkan hunian diseluruh Jabodetabek. Pesta KPR BTN Merdeka yang menampilkan 845 proyek properti menawarkan Bunga KPR Subsidi 5%, Uang Muka 1 %.

Tak terkecuali untuk di Kawasan Depok, Jawa Barat juga tersedia penyediaan hunian terlengkap, berikut daftar nama developer serta lokasi proyek yang bisa dikunjungi di Pameran IPEX mulai 11 – 20 Agustus 2017, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan;

 

Penyelenggara pameran IPEX juga mencatat bahwa suplai hunian di Depok mengalami peningkatan sejak awal tahun 2016 lalu. “Pada Februari 2016, misalnya, terjadi peningkatan suplai sebanyak 29 persen dan meningkat 51,2 persen di Agustus 2016,” jelasnya.

Menurut Toerangga, peningkatan suplai hunian didorong oleh rencana pembangunan berbagai sarana infrastruktur yang sudah dan akan dimulai pada tahun 2017 ini. Seperti wilayah maupun kota-kota lain yang terus menggenjot pembangunan infrastruktur, Depok juga akan memiliki sejumlah jalur baru untuk menunjang perekonomian kota sekaligus mengurai kemacetan lalu lintas.

Proyek-proyek itu meliputi pengembangan jalan tol Bocimi, stasiun KRL, LRT, dan Terminal Batu Jajar. Kota Depok, Jawa Barat yang diketahui tumbuh dengan berbasis ekonomi kreatif, sangat membutuhkan dukungan transportasi publik. Tak hanya itu, Kota Depok juga memiliki keunggulan sumber daya manusia khususnya dikalangan muda dari sejumlah perguruan tinggi disekitarnya.

“Depok bisa menjadi kota percontohan di Indonesia dengan perkembangan kotanya khususnya di era otonomi saat ini,” ujar Ali Berawi, Direktur Direktorat Riset & Pengembangan Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia (UI), dalam diskusi tentang potensi Kota Depok di kampus UI Depok, beberapa waktu lalu.

Dalam 10 tahun mendatang perkembangan Kota Depok diprediksi bakal semakin pesat. Oleh sebab itu Pemkot Depok harus mengimbangi dengan pembangunan proyek infrastruktur untuk menciptakan kota yang lebih berkelanjutan (sustainable city).

Pembangunan jalan harus mengikuti pengembangan wilayah yang saat ini terus melebar keluar dari pusat pengembangan yang terpusat di Jl Raya Margonda.

“Depok harus dibangun dengan mengusung sarana transportasi publik dan pedesterian yang mengintegrasikan kawasan komersial dengan hunian khususnya apartemen,” imbuhnya.

Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru harus terus didorong agar semua wilayah ikut terangkat. Hal ini tidak dapat dihindari mengingat koridor Margonda sudah padat dan dukungan infrastrukturnya semakin terbatas. Kalau integrasi wilayah dapat diciptakan melalui penyediaan infrastruktur dalam 10 tahun mendatang kota ini akan menjadi lebih baik.

Apalagi, setelah lebaran tahun ini Pemerintah bakal membangun rumah susun (rusun) serta apartemen di dekat stasiun KRL Jabodetabek, dengan skema transit oriented development (TOD). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ditunjuk sebagai penyedia pembiayaan lewat kredit kepemilikan apartemen (KPA).