Siap-Siap Punya Rumah, Khusus Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Peserta BPJS Ketenagakerjaan.  (Foto: aktual)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Menanggapi soal terget penyaluran bantuan fasilitas pembiayaan rumah serta uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebanyak 25.000 unit ditahun 2017 ini, diharapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) sudah bisa implementasi.

Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja membenarkan, kebijakan ini mulai dapat diimplementasikan pada triwulan II mendatang. “Triwulan II kami harap sudah implementasi,” katanya, di Jakarta, belum lama ini.

Sejak diluncurkan Februari lalu, masih dikatakan Irvansyah Utoh Banja, tahapan yang dilakukan oleh manajemen BPJS Ketenagakerjaan adalah sosialisasi.

Sosialisasi itu menyangkut jenis pinjaman, besaran tingkat bunga serta persyaratan dan kriteria dari peserta yang dapat mengajukan fasilitas tersebut.

Sekadar catatan, program yang digulirkan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan salah satu Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang diatur dalam Permenaker No 35 tahun 2016 Tentang Tata Cara Pemberian, Persyaratan, dan Jenis Manfaat Layanan Tambahan Dalam Program JHT. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Fasilitas ini diperuntukkan bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ataupun kategori non-MBR. Program ini diharapkan dapat menjadi daya tarik untuk meningkatkan dan memperluas cakupan kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Agus menambahkan fasilitas pembiayaan program MLT ini mencakup demand side dan supply side dalam industri perumahan dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan bank pemerintah.

“MLT yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada pesertanya mencakup empat jenis, yaitu KPR, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Pinjaman Renovasi perumahan (PRP) dan Kredit Konstruksi bagi developer,” kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Persyaratan pemberian KPR dan PUMP bagi MBR diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari pemerintah, dengan maksimal pembiayaan KPR dan PUMP sampai dengan 99% dari harga rumah yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Sementara bagi pekerja pada kategori non-MBR, pemberian KPR maksimal sebesar 95% dengan harga rumah maksimal sebesar Rp 500 juta.

Untuk jenis PRP yang diperuntukkan untuk merenovasi rumah pekerja, besaran dana pinjaman maksimal yang dapat diberikan adalah sebesar Rp 50 juta.

Terakhir untuk pembiayaan kredit konstruksi khusus diperuntukkan bagi developer perumahan yang membangun rumah tapak ataupun rumah susun bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Patokan besaran bunga pembiayaan rumah dan KPR ini merujuk pada Rate Bank Indonesia Reverse Repo (BI RR). Jenis pinjaman KPR subsidi/bagi MBR bunga yang diberikan sebesar 5%. Dan untuk jenis pinjaman non-MBR bunganya sebesar BI RR + 3% selama jangka waktu 20 tahun.

 

Jenis pinjaman PUMP subsidi/bagi MBR bunganya sebesar BI RR + 3% dengan jangka waktu tidak lebih dari 15 tahun. Sementara untuk non-MBR tidak mendapatkan PUMP berdasarkan PBI.

 

Jenis pinjaman Renovasi Perumahan, bunga sebesar BI RR + 3% dengan jangka waktu 10 tahun. Jenis pinjaman Kredit Konstruksi, bunganya sebesar BI RR + 4% dengan maksimal pinjaman sebesar 80% dari RAB selama 5 tahun.

“Tingkat Bunga semua jenis pinjaman perumahan ini berlaku sepanjang jangka waktu pinjaman. Jadi tidak seperti tingkat bunga KPR di luar sana, yang mungkin saja murah pada tahun-tahun awal, tapi kemudian naik drastis pada tahun berikutnya,” papar Agus.

Adapun persyaratan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat menikmati fasilitas MLT ini antara lain, telah terdaftar aktif minimal selama 1 tahun, perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran serta tidak berstatus Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja, dan belum memiliki rumah sendiri.

Untuk renovasi rumah, dana dipergunakan hanya diperbolehkan untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri dan peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama. Saat ini, BPJS telah bekerjasama dengan Bank BTN untuk penyaluran fasilitas pinjaman.