Dirut Tanrise Properti, Belinda Natalia (kiri) berjabat tangan dengan perwakilan Depo Bangunan, Johnny Liyanto. (Foto: surya)

SURABAYA, INAPEX.co.id – Terus agresif pengembang PT Tanrise Indonesia menggandeng kerjasama dengan salah satu depo bangunan pada proyek propertinya di Jember, Surabaya, Jawa Timur.

“Progres proyek kami di Jember, saat ini sudah mulai proses pengerjaan infrastruktur, pembentukan lahan, saluran dan jalan. Fisik bangunan akan dimulai bulan Maret 2019,” kata Belinda Natalia, Direktur Utama Tanrise Property sekaligus Direktur PT Bahtera Tiara Gemilang sebagai pengembang Tanrise City Jember, disela penandatanganan dengan Johny Liyanto, Direktur Megadepo Indonesia, di Surabaya, belum lama ini.

Megadepo Indonesia merupakan perusahaan dan pengelola supermarket bangunan Depo Bangunan. Dengan penandatanganan kerjasama itu, keduanya mentargetkan operasional di akhir tahun 2019.

“Bersamaan dengan pembangunan fisik Tanrise City untuk komplek pertokoan, bersamaan juga pembangunan fisik untuk toko Depo Bangunan di lahan seluas 9.300 meter persegi,” jelas Daniel Richard, Direktur Tanrise Property.

Untuk Depo Bangunan, Johny menyebutkan, pihaknya menyediakan dana investasi senilai Rp 200 miliar. Jumlah itu untuk pembangunan fisik toko di areal 5.100 meter persegi. Sisa dari luasan 9.300 meter persegi untuk infrastruktur parkir dan area bongkar muat serta gudang.

“Kehadiran Depo Bangunan di Jember ini merupakan yang pertama. Kami melihat potensi pasar yang besar di Jember dengan pesatnya pembangunan infrastruktur dan pemukiman di daerah tersebut,” jelas Johny.

Di kota Jember ini akan menjadi toko Depo Bangunan yang kesepuluh. Di tahun 2023, Depo Bangunan mentargetkan untuk memiliki 20 toko di seluruh Indonesia.

Sementara itu, bagi Tanrise, proyek di Jember ini akan memanfaatkan luasan lahan sebesar 12 hektar. Sebagai tahap awal, pertokoan dan tenant Depo Bangunan menjadi anchor tenant untuk kawasan komersial niaga.

“Tahap selanjutnya kami akan bangun apartemen, hotel, dan mal lifestyle sebagai pendukungnya, serta convention hal,” kata Richard.

Tahap pertama dikebut untuk selesai di akhir tahun 2019, kemudian tahap selanjutnya dimulai di tahun 2020. Untuk proyek ini, Tanrise mengalokasikan dana investasi senilai Rp 600 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagai tahap pertama di tahun 2019 ini akan terserap senilai Rp 300 miliar.

Belinda menambahkan, pihaknya optimis proyek ini akan mendapat respon positif di Jember. “Apalagi pembangunan di Jember benar-benar agresif. Termasuk infrastrukturnya. Dengan adanya keinginan pemerintah daerah Jember untuk ada akses tol dengan jalur utara Jawa Timur,” jelas Belinda.

Selain itu juga kehadiran Bandara Notohadinegoro yang saat ini sudah operasional secara terbatas. Tentunya kedepan, akan mengalami peningkatan operasional yang menjadikan Jember berpotensi menjadi daerah yang lebih maju.