Tanpa Anda Sadari, Rumah Murah Bantu Kurangi Hunian Kumuh
Rumah Murah Bantu Kurangi Hunian Kumuh (Foto: indonesia-feature)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Tingginya angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau hunian kumuh yang tersebar di seluruh Indonesia, mengharuskan Pemerintah bergerak cepat dalam menanggulanginya.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan hunian yang aman dan nyaman untuk masyarakat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015, jumlah RTLH tercatat masih sebanyak 2,51 juta unit dengan rincian 2,18 juta rawan layak huni dan 0,33 juta sangat tidak layak huni.

Pemerintah juga berupaya keras mendukung percepatan penyelenggaraan perumahan dan wilayah permukiman yang layak, dengan mencanangkan Program Satu Juta Rumah sejak April 2015 lalu.

Selain itu, untuk menangani polemik yang masih sangat rumit ini, Pemerintah juga menjalankan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal dengan program bedah rumah.

Namun, dalam pelaksanaannya, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin, mengaku program bagus ini akan dimanfaatkan oleh beberapa oknum tak bertanggung jawab.

“Dulu pelanggaran banyak terjadi di level pelaksanaan program BSPS, karena uang yang disalurkan tidak dibelikan bahan bangunan. Maka pada saat ini sistemnya telah kami ubah, salah satunya uang tidak akan cair sebelum dibelikan bahan bangunan,” paparnya.

BSPS tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah dan pembangunan baru, dilihat dari kualitas atap, dinding dan lantai rumah, untuk bisa memenuhi syarat kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan.

Melihat ironi tingginya angka RTLH di Tanah Air, Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Vidi Surfiadi, menuturkan bahwa perumahan subsidi sebenarnya adalah solusi terbaik dalam menghadapi permasalahan ini.

Terlebih, rumah subsidi sudah dibekali beberapa agenda unggulan yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Mulai dari Program FLPP dengan anggaran untuk tahun 2016 senilai Rp.9,7 Triliun, sistem Subsisi Selisih Bunga (SSB) Rp.2 Triliun hingga Rp.3 Triliun, dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) senilai Rp.4 Juta.

“Tapi sayangnya, Program Sejuta Rumah juga tak lepas dari kendala. Inilah yang akhirnya menghambat akselerasi dari pihak terkait (pengembang) dalam menyediakan rumah murah untuk rakyat, yang jika terealisasi dengan baik akan otomatis mengurangi backlog,” tutur Vidi.

Selain itu, bagi Anda yang mencari rumah terjangkau dalam satu hari bisa mengunjungi pameran akbar Indonesia Properti Expo (IPEX) segera hadir di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pameran yang diprakarsai PT. Bank Tabungan Negara (BTN Persero) Tbk bekerjasama dengan PT. Ad-house Indonesia Cipta tersebut akan menyuguhkan ratusan ragam proyek properti dengan harga terjangkau mulai rumah subsidi hingga apartemen mewah untuk lokasi diseluruh Indonesia.

Penawaran suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) sangat menarik, hingga fixed 5% ini akan ditawarkan bagi setiap pengunjung yang ingin memiliki rumah sendiri hingga berinvestasi.

Kemudian, untuk peserta pameran yang tak bekerjasama dalam promosi bersama BTN, Bank akan mematok bunga 9,99% fixed 5 tahun, 9,5% selama 3 tahun, 9% untuk 2 tahun dan 7,99% fixed 1 tahun.

Penawaran menarik lainnya, yaitu Bank BTN akan memberikan uang muka atau down payment (DP) hanya 1 % untuk rumah bersubsidi, dan 5 % rumah non subsidi. Khusus untuk developer yang melakukan kerja sama promosi dengan milik BUMN tersebut, konsumennya juga mendapatkan free biaya administrasi dan biaya provisi.

Sementara untuk para konsumen yang hendak membeli rumah dari peserta pameran yang tak bekerjasama promosi akan memperoleh diskon biaya administrasi, diskon biaya provinsi bank dan diskon biaya premi asuransi jiwa.

Terbatasnya jangka waktu promo dengan banyaknya pilihan, disarankan datang ke pameran mulai dari hari pertama, 11 sampai 19 Februari 2017 mendatang, agar mempunyai waktu yang cukup untuk memilih.

Ratusan stand komersil developer perumahan, apartemen hingga kondotel dan puluhan stand untuk FLPP. Kemudahan lainnya dari Bank BTN yaitu tentang persyaratan KPR yang mudah, Approval KPR hanya 1 jam, jangka waktu KPR hingga 25 tahun, konsultasi KPR di Stand Bank BTN, konsultasi desain, dan sebagainya.

Tak hanya itu, cukup berkunjung saja tak harus membeli rumah namun juga berkesempatan untuk mendapatkan puluhan hadiah menarik.

Caranya hanya dengan melakukan registrasi dipintu masuk Hall A dan Hall B di JCC, para pengunjung akan berkesempatan mendapatkan hadiah yang dilakukan undian tanpa dipungut biaya apapun. Hadiahnya meliputi mobil, smart phone Samsung, TV LED, kulkas dan voucher belanja ratusan juta rupiah.