Takut Kehabisan Bensin? Sekarang Ada BBM Mobile
BBM Mobile (Foto: carvaganza)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Belajar dari pengalaman tahun 2016 lalu ketika Gerbang Tol Brebes Timur atau Brexit mengalami kemacetan luar biasa, pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipatif, yakni BBM mobile.

Tidak hanya mengatur arus kendaraan yang akan melalui gerbang tol, BBM mobile juga disiapkan untuk mengatasi kurangnya persediaan bahan bakar untuk pemudik yang terjebak macet.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto menuturkan bahwa, Kementerian Perhubungan sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) Tbk untuk menyediakan suplai BBM ini.

Kelak, ada petugas yang berkeliling menawarkan BBM ini kepada pemudik yang memerlukan.

“Mereka menyiapkan yang namanya Pertamina mobile dan keliling menawarkan dengan sepeda motor,” jelas Pudji di Galeri Nasional, baru-baru ini.

Kehadiran BBM mobile ini diperkirakan dapat sangat membantu masyarakat yang kehabisan bensin, tetapi belum bisa mencapai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kelak, ada beberapa kemasan yang akan dijajakan kepada masyarakat.

“Kemasannya isinya tiga sampai lima liter. Untuk solar juga begitu,” imbuhnya.

Walaupun ada BBM mobile yang akan disiagakan di beberapa titik kemacetan, Pudji terus mengimbau masyarakat bisa mengantisipasi kekurangan bensin pada kendaraan mereka.

Dengan cara mengisi penuh bensin sebelum mencapai titik-titik yang diperkirakan terjadi kemacetan di tol.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera merealisasikan otomatisasi pembayaran jalan tol.

PUPR bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) untuk menyetujui kerja sama elektronifikasi di jalan tol untuk penerapan transaksi non tunai yang juga mendorong gerakan nasional non tunai (GNNT).

“Dengan sistem elektronik untuk pembayaran jalan tol akan memperpendek transaksi sehingga mengurangi antrian di gardu tol. Masyarakat juga dimudahkan tidak perlu membawa uang tunai dan menunggu uang kembalian,” tutur Kementerian PUPR, Basuki Hadimuljono saat menandatangani kerja sama dengan Gubernur BI Agus Martowardoyo di Gedung BI, belum lama ini.

Kerja sama antara PUPR dan BI tersebut adalah tahap awal untuk agenda nasional elektronifikasi jalan tol di Indonesia yang dimulai dengan kampanye elektronifikasi menuju penerapan multi lane free flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti.

Dengan MLFF tersebut pengendara di jalan tol tak perlu menghentikan kendaraannya di gerbang tol sehingga arus lalu lintasnya lebih lancar.

Kini transaksi jalan tol non tunai baru hingga 23 persen untuk jalan tol di seluruh Indonesia. Ditargetkan pada bulan Oktober 2017, semua ruas jalan tol dapat menggunakan transaksi non tunai untuk rata-rata lalu lintas harian di jalan tol sekitar 4,5 juta kendaraan setiap harinya.