Tidak Ada Kata Putus Asa Untuk Membeli Rumah Impian
Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Masyarakat tengah berlomba-lomba untuk pengajuan KPR hunian yang tidak jauh dari transportasi seperti kereta commuter line atau bus. Pasalnya, sebagian besar orang hanya berpenghasilan kecil yang tentu saja mengincar rumah subsidi yang jumlahnya terbatas di kawasan tersebut.

Umumnya masyarakat mencari informasi perumahan subsidi melalui internet atau lebih mudahnya mendatangi pameran properti.

Bagaimana Cara Pengajuannya?

Langkah awal yang harus dilakukan ialah mendatangi langsung pihak pengembang perumahan subsidi di lokasi incaran. Survey ini bisa dijalankan sebelum mengajukan booking fee di tempat pameran atau sesudah, tergantung pada pengetahuan Anda tentang wilayah ini.

Jika terlalu ragu dengan lokasinya, lebih baik lakukan ini sebelum booking fee, pastikan unit yang tersedia masih banyak agar tidak kehabisan.

Dalam tahap ini Anda wajib mengecek kondisi pengembang dalam hal legalitas diantaranya rekam jejak pengembang yang baik, sertifikat tanah, dan surat izin mendirikan bangunan.

Jika tertarik dengan rumah dan lingkungannya, hari selanjutnya bisa datang kembali dengan membawa dokumen-dokumen penting seperti KK, NPWP, KTP pemohon dan pasangan (bila sudah menikah), buku nikah (bagi yang sudah menikah), dan juga rekening koran.

Semua dokumen ini dibutuhkan untuk mengisi Surat Pemesanan Rumah (SPR) yang akan dipandu oleh pihak pengembang.

Calon pembeli juga akan ditanya tentang kondisi finansial seperti: jenis pekerjaan pemohon dan pasangan, lokasi bekerja, apakah memiliki cicilan, apakah pernah mengalami kredit macet, lama bekerja, dan apakah telah memiliki rumah.

Semua pertanyaan ini adalah simulasi awal yang nantinya akan ditanyakan kembali oleh pihak bank saat wawancara. Maka dari itu, calon pembeli disarankan menjawab jujur dan tak direkayasa. Sebab, sebelum melakukan booking fee, pengembang akan melihat keseriusan dari niat calon pembeli.

 

Langkah selanjutnya yakni datang ke bank penyedia KPR subsidi. Ada delapan bank nasional pelaksa KPR subsidi diantaranya Bank Tabungan Negara, Bank Tabungan Negara Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Artha Graha, dan Bank Mayora.

Jika Anda mendatangi pameran Indonesia Property Expo di JCC Senayan, Jakarta yang biasa digelar di bulan Februari dan Agustus, tidak perlu melakukan hal ini. Sebab, bank yang digunakan tentu saja bank BTN dan BTN Syariah yang bunganya sangat rendah.

 

Anda harus menunggu kabar dari pengecekan BI Checking yang dilakukan oleh para analis bank yakni menyelidiki rekam jejak kondisi finansial calon pembeli.

Jika proses BI Check selesai dan calon pembeli dinyatakan aman, selanjutnya calon pembeli akan melalui proses kedua yakni wawancara oleh pihak bank.

Wawancara oleh pihak bank, dalam tahap ini calon pembeli akan ditanyai sejumlah pertanyaan yang sebelumnya pernah ditanyakan oleh pihak pengembang di tahap pengisian persyaratan administrasi.

Perlu diketahui, pada dasarnya fokus penilaian oleh perbankan ialah status pekerjaan dari calon pembeli. Dalam ketentuan yang biasa digunakan selama ini, calon pembeli harus berstatus pekerja dengan penghasilan sekitar Rp.800 ribu – Rp.4 juta dan belum mempunyai rumah.

Usai wawancara selesai, bank akan butuh waktu selambat-lambatnya dua minggu hingga satu bulan untuk memberi keputusan, apakah pengajuan KPR subsidi Anda ditolak atau diterima.

Selamat Mempunyai Rumah Impian!