Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Lukman Edy. (Foto: kps)

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Tak ingin terjebak ditengah kemacetan perjalanan dari Perumahan DPR RI dikawasan Kalibata, Jakarta Selatan, para wakil rakyat ini lebih memilih sewa apartemen dekat Senayan.

“Teman-teman DPR yang aktif di Senayan mereka tidak mau tinggal di sana karena macet. Perlu 2 jam baru sampai Senayan. Macet di Pancoran. Teman-teman lebih banyak sewa apartemen di seputaran Senayan,” ujar Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Lukman Edy, di Jakarta, Rabu (16/8).

Oleh sebab itu, kata Lukman, tak heran jika perumahan bagi anggota DPR dihuni oleh staf ahli. Selain itu, tingginya biaya renovasi berkala perumahan yang mencapai miliaran rupiah turut menjadi pertimbangan.

“Biaya renovasi perumahan Kalibata itu juga besar sekali. Itu juga tidak dihuni. Kebanyakan tenaga ahli yang menghuni. Jadi kosong sebagian, tidak efektif,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Sebelumnya, DPR mengajukan anggaran sebesar Rp 5,7 triliun untuk operasional pada Tahun Anggaran 2018. Kenaikan anggaran dari tahun ini sebesar Rp 4,26 triliun tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan pada tahun 2018. Alokasinya antara lain seperti membangun gedung parlemen baru, perpustakaan, sampai apartemen anggota dewan.

Terlepas itu, secara terpisah dihari 8 penyelenggaraan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017 terus disambut antusias masyarakat. Mereka berbondong-bondong memanfaatkan event properti yang menampilkan 845 proyek diseluruh Indonesia.

Tak tanggung-tanggung harga rumah yang ditawarkan mulai Rp.126 juta hingga Rp.1 milyaran. Beragam pilihan hunian, ditawarkan oleh para peserta pengembang dengan harga promo serta hadiah menarik tanpa di undi.

Melalui event IPEX 2017, ternyata yang paling diincar pengunjung pameran yaitu tawaran rumah murah serta punya akses transportasi umum.

“Kalau cari di tengah kota memang susah cari yang murah dan aksesnya bagus, tapi harus agak ke pinggir,” ujar Nada, saat berkunjung ke stand Daru Estates di pameran tersebut.

Nada mengakui, sebagai karyawan kontrak dengan penghasilan rendah, dirinya lebih mempertimbangkan rumah di pinggiran Jakarta yang harganya sangat murah. Untuk menuju lokasi kerja, cukup memakai transportasi kereta.

“Paling tidak, saya tidak perlu keluar uang lagi untuk transportasi,” ujarnya yang mengaku tertarik membeli rumah murah subsidi ini.

Daru Estates adalah salah satu pengembang rumah subsidi hadir di Indonesia Property Expo yang berlangsung sejak 11 – 20 Agustus 2017. Lokasi rumah subsidi ini sekitar 100 meter dari Stasiun Kereta Daru, Tangerang, Banten.

Sesuai brosur, harga per unit rumah tersebut seharga Rp 141 juta. Harga itu sudah all in uang muak sebesar Rp 5 juta dan cicilan Rp 1 juta per bulan.

 “Spesifikasi antara lain rangka atap baja ringan, pintu panel dengan kayu dan kusen menggunakan kayu oven,” ujar Dewi Kartika, Direktur PT Arifindo Adiputra Ariaguna (AAA), pengembang Daru Estates.