hotel berbintang
ilustrasi (Foto;jajomo)

TANGERANG, INAPEX.co.id, – Ditengah pertumbuhan investasi khususnya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata tak hanya sektor properti yang dinilai sangat menjanjikan.

Namun Tangsel, merupakan lokasi yang paling diincar bagi para investor untuk menanamkan modalnya disektor pariwisata.

Penilaian tersebut juga disampaikan Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangsel, Gusri Effendi yang menyebutkan, hingga sekarang ini sudah ada 13 hotel beroperasi di kota perdagangan dan jasa tersebut.

Selain itu, bertambahnya tiga hotel pada 2017 nanti, maka jumlah hotel di Tangsel genap menjadi 16. “Di Tangsel ini, investasi hotel dan restoran begitu luar biasa bagus. Hanya dengan Rp150 miliar, sudah bisa membangun hotel. Tahun depan juga ada tiga hotel yang akan muncul salah satunya seperti Amaris,” ujarnya saat ditemui dikawasan Tangerang, belum lama ini.

Kemudian Gusri juga menambahkan, disektor pariwisata seperti hotel dan restoran menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup signifikan. Untuk menjaga dan merawat semakin banyak investor masuk bidang pariwisata pemkot perlu memberikan perhatian yang cukup.

“Salah satunya persoalan keamanan internal Pemkot yang perlu diperhatian. Pemkot jangan seperti tutup mata karena sebagian besar pengusaha mengeluhkan persoalan regulasi, khususnya belum adanya transparansi biaya IMB (Izin Mendirikan Bangunan) per meternya dan izin HO atau gangguan keamanan,” tambahnya.

Sektor pariwisata, khususnya hotel dan restoran, sudah menyumbang PAD mencapai Rp 1 triliun. Maka itu, dia berharap hotel dan restoran sebagai usaha primadona di Kota Tangsel harus dipelihara dan dilindungi oleh pemerintah daerah. “Harus ada pembenahan di internal,” sambungnya.

Secara terpisah, Kepala KPMD Kota Tangsel, Oting Ruhiyat mengatakan investasi di Kota Tangsel terus tumbuh setiap tahunnya, kenaikan mencapai sepuluh persen.

Investasi yang dibenamkan para investor di Kota Tangsel diperuntukan berbagai sektor, seperti perhotelan, restoran, properti dan lainnya.

Oting menambahkan, tahun lalu tercatat nilai Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 11 triliun. Perinciannya terdiri dari PMA sebesar Rp 494 miliar dan sisanya dari pemodal dalam negeri.