Dirut Bank BTN Maryono dan Ketua DPD REI DKI Amran Nukman saat meninjau booth pameran Indoneisa Properti Expo 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tak hanya dibangun dikawasan Depok, namun rumah seharga Rp.112 jutaan bakal tersedia di Jawa Tengah.

Direktur Keuangan Bank BTN Iman Nugroho Soeko mengakui, salah satu lokasi yang bakal dibangun rumah seharga Rp112 juta yakni di Depok sesuai dengan statement Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, lokasinya tersebar di daerah lain seperti Jawa Tengah (Jateng). “Pokoknya ada itu list-nya. Nanti bisa minta ke teman yang urus KPR. Daerah Jabodetabek itu berapa pagunya, di Jateng berapa. Masing-masing daerah ada tapi kira-kira sekitar segitu,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, baru-baru ini.

Untuk di Depok, kata Iman, masyarakat cukup membayar tanda jadi atau down payment (DP) sebesar 1%.
Sehingga, tidak membebani mereka yang ingin memiliki rumah pertama.

“Sampai sekarang 1% juga ada kita. Di sekitar Depok kan banyak. Ada di Citayam dan lain-lain tapi saya enggak tahu persis di mana lokasinya,” kata Iman.

Sebenarnya, lanjut Iman, semua prosedur memang seperti itu. Rumah murah yang BTN biayai itu berdasarkan arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kan ada untuk daerah Jabodetabek, Jakarta, itu kan harganya memang segitu paling maksimal. Jadi, semuanya memenuhi syarat seperti itu, kalau besok misalnya Pak Jokowi ngasih, saya enggak tahu untuk sertifikat atau akad KPR untuk 100 orang, bukan berarti untuk yang 100 orang aja. Semuanya juga mendapatkan hal yang sama, itu memang FLPP, bukan yang lain, programnya pemerintah,” paparnya.

Sebelum itu, secara terpisah di acara Perayaan hari kemenangan buruh 1 Mei atau May Day 2017 para bekerja bisa memiliki rumah dengan uang muka (UM) 1%.

Kebijakan itu sebagai kado istimewa dari Pemerintah Joko Widodo. “Mulai sekarang, para pekerja dapat memiliki rumah dengan uang muka satu persen dari harga rumah. Adapun harga rumah tergantung di mana lokasinya berada,” kata Direktur Utama Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto ketika mendampingi Menteri Ketenagakerjaan pada puncak perayaan May Day 2017 di area Eks Driving Golf Senayan.

Dihadapan ribuan buruh, Agus menjelaskan kebijakan rumah murah untuk pekerja ini mulai berlaku tahun ini. Presiden Jokowi minggu lalu telah melakukan groundbreaking pembangunan rumah pekerja di area Urban Town Loftvillass, Serpong, Tangerang.

“Mulai sekarang, teman-teman buruh bisa memiliki rumah tempat tinggal dengan harga terjangkau. Pemerintah menetapkan uang muka untuk rumah buruh ini hanya satu persen dari harga rumah. Ini adalah kado Pemerintah Jokowi untuk teman-teman buruh dalam perayaan May Day 2017 ini”, kata Agus.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menambahkan, kebijakan rumah murah dengan uang muka satu persen ini merupakan bukti keseriusan pemerintah mengupayakan peningkatan kesejahteraan buruh dan pekerja.

“Ini wujud nyata bahwa pemerintah serius mengupayakan kesejahteraan teman-teman pekerja. Sepeti saya sering katakan, upah bukan satu-satunya cara menyejahterakan pekerja. Dengan berbagai kebijakan yang ditetapkan pemerintah, seperti rumah murah ini, maka kesejahteraan pekerja akan semakin meningkat”, jelas Hanif.