3 Perumahan TOD bakal diresmikan Presiden RI Joko Widodo. (Foto: dok.inapex)
3 Perumahan TOD bakal diresmikan Presiden RI Joko Widodo. (Foto: dok.inapex)

 

BALI, INAPEX.co.id РTak cuma untuk hunian vertikal saja, namun sejumlah perumahan lain bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seperti kredit pemilikan rumah (KPR) Mikro dan Apartemen kelas menengah bawah bakal diresmikan 3 perumahan Transit Oriented Development (TOD).

“Tadi saya singgung sedikit kredit mikro produknya BTN untuk para pekerja informal. Seperti yang kita launching di Semarang untuk 300 pedagang mie dan bakso. Bulan ini juga akan diresmikan Pak Presiden,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Jimbaran, Badung, Bali, Minggu (2/4).

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono juga membenarkan, peresmian perumahan TOD tersebut dapat melalui kredit mikro bank plat merah. Seperti yang disampaikan Basuki, kredit mikro menyasar pekerja informal untuk bisa memiliki rumah.

“(Presiden Jokowi) Meresmikan perumahan di 3 TOD, Pondok Cina, Tanjung Barat dan Palmerah. Di mana, komplek perumahan itu campuran, baik apartemen menengah bawah, rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan KPR mikro,” ujar Maryono terpisah.

Lebih jauh dikatakan Maryono, KPR mikro tersebut menyasar pekerja informal seperti pedagang kecil. Tapi Maryono juga membuka kesempatan pada pekerja lainnya seperti tukang cukur, dengan membuka komunikasi komunitas-komunitas pekerja informal.

“KPR mikro sementara menyasar pedagang, kedua nanti masuk pada tukang cukur rambut lalu pedagang kaki lima. Perumahan TOD ini ada 10 ribuan unit,” kata Maryono.

Keistimewaan dari KPR mikro ini yaitu cicilan sangat terjangkau bekisar Rp 15 ribu per hari dan kredit maksimal Rp 75 juta. Pembiayaan oleh BTN ini didasarkan pada komunitas pekerja, bukan individu.

“Kredit maksimal Rp 75 juta itu bisa dipakai untuk renovasi atau mendirikan rumah. Itu yang akan kita lakukan. Kita membiayai ini berdasarkan komunitas, untuk mikro diperkirakan Rp 500 miliar. Jadi kurang lebih 30 ribu unit rumah di seluruh Indonesia. Target tahun ini 650 ribu unit rumah,” ucap Maryono.

 

Rumah harga Rp.350 juta sulit diwujudkan di DKI Jakarta. (Foto: dok.inapex)
Rumah harga Rp.350 juta sulit diwujudkan di DKI Jakarta. (Foto: dok.inapex)

 

Terlepas itu, pemerintahan dan perekonomian di Jakarta menjadi kota yang paling padat penduduknya. Padatnya penduduk juga sangat berdapak pada keterbatasan lahan, apalagi sekarang sepertinya mustahil ada rumah seharga Rp 350 juta.

Menurut Stephanie Amelia Handayani Barus seorang pemenang undian berhadiah mobil Ayla di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017, program tersebut rasanya sulit untuk direalisasikan. Sebab lahan di Jakarta sudah sangat terbatas.

“Kemungkinan pihak perbankan mana yang mau, jadi saya pribadi sih meragukan program itu. Apalagi di DKI Jakarta untuk rumah tapak mah repot, agak sulit. Tanahnya itu yang enggak nutup. Lagi pula harganya juga sudah sangat mahal,” tuturnya pemilik panggilan Amel ini, saat dihubungi INAPEX.co.id, Senin (3/4).

Amel menambahkan,, meskipun ada lahan di Jakarta untuk membangun rumah tapak namun ketersediaannya terpencar. Sehingga sulit untuk dijadikan sebuah program hunian dari pemerintah untuk masyarakat.

“Nyari lahannya juga susah, jadi kerjaan banget nyari nyari satu-satu. Kalau untuk bangun rumah 1 atau 2 mungkin bisa. Tapi tidak bisa untuk proyek perumahan. Namun perlu diperhatikan regulasi dan dampak disekitarnya mengingat lahan di Jakarta sudah cukup padat. Tapi tetap berharap pemerintah punya solusi mantap untuk kesejahteraan warganya terutama tempat tinggal. Kalau ada dan memenuhi syarat, sebagai generasi milenial, aku mau deh kapan lagi punya rumah sendiri dengan hasil keringat sendiri,” imbuhnya.

Menurut pandangan Amel, hanya di Jakarta Timur yang masih tersedia lahan, kendati juga sudah sangat terbatas. Harga tanah di Jakarta Timur saat ini terbilang paling murah diantara wilayah lainnya. “Paling memungkinkan Jakarta Timur. Tapi itu pun harus membangun vertikal jika untuk program hunian masyarakat,” tukasnya.