ilustrasi. (Foto: dok.inapex)
ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Berbagai keresahan konsumen property akhirnya bisa terjawab sudah, karena tak Cuma bisa mengurangi resiko namun ternyata ini sangat bermanfaat apabila membeli rumah melalui kredit pemilikan rumah (KPR).

Beragam kelebihan ditawarkan developer melalui skema pembayaran kepada para konsumen yang berniat membeli produk propertinya. Diantaranya, seperti tunai keras, tunai bertahap, dan KPR.

Skema pembayaran tersebut, secara keseluruhan memiliki nilai plus-minus masing-masing. namun cara pembayaran yang bervariatif memberikan kesempatan bagi konsumen properti untuk memilih yang terbaik sesuai dengan kondisi keuangannya.

Kemudian mengenai pembayaran tunai keras, konsumen akan membayar pembelian rumah secara kontan. Cara ini biasanya menguntungkan karena developer akan memberikan diskon yang besar dan tidak ada kewajiban utang.

Tapi yang terpenting, calon konsumen harus punya modal yang besar sesuai harga jual rumah untuk membayar secara tunai keras.

Melalui tunai bertahap, konsumen diberikan batas waktu pembayaran, mulai dari 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, sampai 36 bulan.

Biasanya, konsumen juga diberikan diskon, tapi tak sebesar tunai keras. Pembayaran angsuran akan langsung ke pihak developer dengan bunga 0% dan dilakukan selama tenggang waktu yang dikehendaki.

Skema tunai keras dan tunai bertahap, terdapat satu risiko fatal yang mungkin dialami konsumen jika bertemu dengan developer bodong. Ada risiko uang dibawa kabur begitu saja tanpa pertanggungjawaban jika terlalu percaya pada developer.

Sedangkan melalui KPR, bank akan dilibatkan untuk membayar pelunasan kepada developer. Namun pengajuan KPR ke bank tidak mudah, karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi agar permohonan kredit diterima bank.

Melalui KPR, Konsumen dimungkinkan bisa melakukan cicilan rumah hingga 25 tahun. Meski ada sistem bunga pada KPR, hal ini sangat membantu masyarakat dengan bujet pas-pasan untuk membeli rumah melalui cicilan ringan dan tenggat waktu yang panjang.

Sementara itu, keuntungan lainnya yaitu lebih minim risiko penipuan. Sebab, terdapat pihak bank yang menjembatani antara pembeli dengan developer dan bank akan meminta sertifikat rumah yang dibeli sebagai jaminan.

Sehingga jika pengembang kabur sekalipun, maka surat-surat rumah sudah ada pada bank. Jadi, kemungkinan hanya akan mengalami kerugian uang muka yang telah dibayarkan dan jumlahnya pun hanya sekitar 10-20% dari harga jual rumah.

Oleh sebab itu, wajar saja jika banyak yang menganggap KPR lebih minim risiko dibandingkan tunai keras dan bertahap.