ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Menghadapi tahun politik 2019, diprediksi penjualan properti kelas menengah tetap laris. Apalagi, perkiraan itu mengacu pada rekomendasi pengalaman ditahun politik sebelumnya.

Ditambah lagi, beberapa kali melewati tahun politik, segmen properti kelas menengah tidak terdampak sama sekali.

“Sudah beberapa kali ganti presiden baik-baik saja menurut saya. Apalagi segmen menengah tidak berdampak dengan market,” kata Presiden Direktur Cowell Development Darwin Fernandes Manurung di Jakarta, baru-baru ini.

Kendati demikian, masih dikatakan Darwin, segmen menengah atas memang terkena dampak karena para investor umumnya menahan investasi.

Sementara, untuk kelas menengah pembelian tetap terjadi karena besarnya kebutuhan tempat tinggal.

“Jadi, jika tidak ada kerusuhan ya lancar saja. Setelah pemilihan presiden, baru main lagi di segmen menengah atas saat ekonomi mulai menggeliat lagi,” ujar Darwin.

Disisi lain, Darwin mengatakan kalangan pengembang sekarang ini memikirkan upaya menggapai generasi milenial.

Segmen potensial ini menjadi pekerjaan rumah semua pengembang karena mereka lebih cenderung mengutamakan kesenangan dibanding mempunyai rumah.

“Maunya have fun semuanya, mereka kadang tidak mau punya rumah dan cenderung jalan-jalan, pelesiran. Segmen kita segmen menengah menyasar kaum milenial yang butuh rumah untuk tempat tinggal mereka sendiri dengan harga Rp500 jutaan,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah jelang akhir tahun 2018, developer ini melalui gebyar KPR justru menawarkan banyak promo menarik pada proyek Bogor Raya Residential.

Tak hanya itu, kesempatan promo untuk bisa memiliki hunian juga berlangsung selama dua bulan.

“Program ini bekerja sama dengan lima bank mitra yakni, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BCA, BTN, dan Bank Panin,” ujarnya GM Sales and Marketing PT Bogor Raya Develompent, Levy A.S Maengkom, di sela launching program akhir di kantor marketing Bogor Raya, Jalan Raya Pajajaran, belum lama ini.

Menurutnya, program yang ditawarkan beragam jenis diantaranya seperti subsidi bunga, DP bisa dicicil sampai 12 kali, cicilan ringan atau murah mulai dari Rp5 jutaan.

Selain itu, ada free KPR dan legalitas. Termasuk, diskon harga hingga 20 persen dari harga rumah. “Promo berlaku selected item. Ada yang hanya subsidi bunga atau potongan harga,” tutur Levy A.S Maengkom.

Promo tersebut, kata Levy, berlaku hampir semua unit bisnis atau perumahan dari Bogor Raya. Hanya untuk stok, menurut dia cukup terbatas dari masing-masing perumahan.

Levy A.S Maengkom menambahkan, bank yang terlibat juga memberikan berbagai tambahan promo. Levy A.S Maengkom menargetkan, tidak hanya menghabiskan unit tapi juga membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah dengan harga terbaik. Termasuk, berinvestasi untuk masa depan. Apalagi harga rumah yang terus naik.

Sementara itu, harga terbaru rumah tapak di sejumlah penyangga Kota Jakarta menjadi favorit dikalangan konsumen properti.

Harga terbaru ini, dibandrol sesuai tipe rumah serta lokasinya. Hasil pengamatan disejumlah proyek di kawasan Bogor misalnya, rumah dengan tipe 24 meter persegi dipasarkan seharga Rp 292 juta.

Kemudian untuk tipe rumah berdimensi 36 meter persegi dibandrol dengan harga bervariasi mulai dari Rp 266 juta sampai 478 juta.

Sedangkan rumah tipe 45 meter persegi dijual dengan kisaran harga Rp 488 juta. Salah satunya yaitu Villa Bogor Indah yang dikembangkan PT Semangat Panca Bersaudara. Rumah tipe 42/84 di kawasan ini dibanderol 548 juta.

Perumahan ini berlokasi di Kota dan Kabupaten Bogor dengan 4 akses pencapaian (Tol BORR, Sentul Selatan, Sentul Utara, Cibinong dan Bogor Kota). Kawasan perumahan ini berlokasi di Jalan Raya Pemda Karedanan.