Presiden Direktur PT. Adhouse Clarion Events Toerangga Putra. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kendati tahun politik 2019 tinggal menghitung hari, namun suplai rumah subidi diprediksi mampu mendorong pertumbuhan pasar properti.

“Suplai rumah subsidi masih mendominasi serta mampu mendorong pertumbuhan pasar properti ditahun politik,” ungkap Presiden Direktur PT. Adhouse Clarion Events Toerangga Putra kepada INAPEX.co.id, di Jakarta, belum lama ini.

Selain hunian komersil seperti apartemen dan condotel suplai rumah subsidi dan sejumlah kebijakan pemerintah melalui kemudahan perizinan juga menjadi ujung tombak pada sektor properti.

“Beberapa kebijakan pemerintah lainnya seperti pelonggaran Loan to Value (LTV), serta program sejuta rumah bisa memudahkan masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah untuk beli rumah,” tambah Toerangga.

Menurutnya, proyeksi harga properti secara keseluruhan sempat melemah pada awal 2018, tapi pada kuartal kedua kembali menguat.

Kendati demikian, Toerangga menilai kondisi tersebut sangat wajar karena sudah menjadi dinamika selalu diawal tahun.

Secara terpisah, Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan (Himpera) Endang Kawidjaja mengatakan, masa emas suplai perumahan rakyat terjadi pada pada 2004-2014.

Namun, sejak 2016 banyak permasalahan yang muncul ke publik yang berujung pada peningkatan aturan dari pemerintah, seperti peningkatan kualitas yang sangat drastis.

Terkait pertumbuhan pasar properti ditahun politik, soal kemanan publik juga sangat dibutuhkan peran serta dari pengembang properti.

Pentingnya public safety ternyata tak terlepas dari kebutuhan dalam proyek pembangunan gedung dan perlindungan investasi. Apalagi, ketika pekerjaan proyek tersebut belum diserahkan kepada pemerintah.

“Nah, karena kami ini pembangun kami juga perlu melindungi investasi kami ketika pekerjaan belum diserahkan ke pemerintah. Jadi kami membutuhkan keamanan juga. Di pameran ini kita akan belajar bagaimana cara melindungi investasi kita,” jelas Ir. Frans Buce, MSc, Wakil Ketua Umum BPD Gapensi DKI Jakarta, kepada INAPEX.co.id saat ditemui disela-sela Soft Launching Public Safety Indonesia (PS INDO), di Jakarta Convention Center, belum lama ini.

Selain itu, public safety diharapkan juga mampu melindungi proyek pembangunan hingga penggunaan gedung. “Karena properti itu tidak hanya saat membangun tapi indeloperannya juga pasti kita melindungi properti kita,” kata Ir. Frans Buce, MSc.

Ia berharap, pengembang properti yang nantinya bakal menjadi owner diharapkan bisa lebih memaksimalkan tentang fungsi public safety.

“Saya harapkan sekarang para pengembang properti yang notabenenya nantinya owner juga dalam membuat suatu project tolong dimasukan juga nilai dari public safety ini. Entah itu setelah project atau pas on the going project. Maksudnya kalau on the going project itu untuk melindungi investasi dari si kontraktor. Kalau setelah projeg melindungi bangunan yang sudah ada,” jelas Ir. Frans Buce, MSc.

Dalam kesempatan itu, Ir. Frans Buce, MSc juga menambahkan tentang adanya pameran public safety juga mampu membuka peluang bagi tenaga kerja terampil untuk dibidang teknologi.

“Dan tambahan satu lagi dari saya, dengan adanya pameran public safety ini juga meningkatkan pekerjaan untuk rakyat dalam membuat teknologi ini,” pungkasnya.